SuaraKaltim.id - Polsekta Samarinda Ulu resmi menetapkan mahasiswi berinisial NA (25) sebagai tersangka atas kasus dugaan aborsi, Kamis (23/9/2021). Penetapan tersangka tersebut resmi diberikan setelah pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi. Diantaranya, ibu pelaku, pacar pelaku, pemilik kos, ketua RT, dan salah satu tetangga kos pelaku.
Salah satu saksi yang merupakan mantan pacar NA berinisial YR (26) mengatakan perkenalannya dengan NA berawal dari media sosial wechat.
"Saya kenal dia melalui aplikasi kencan, kemudian kami ketemu dan si dia (NA) memberikan nomor kontak whatsappnya," ujar YR kepada awak media.
Setelah lama berhubungan, perjalanan cinta keduanya terhalang restu orang tua NA. Hingga akhirnya NA tiba-tiba memblokir nomor telepon YR dengan alasan bahwa dia sudah memiliki pasangan baru.
"Saya sempat marah kenapa nomor saya di blokir. Kemudian saya tanya balik ternyata alasannya sudah memiliki pasangan baru," ungkapnya.
Disinggung mengenai apakah dirinya mengetahui kehamilan NA, YR menambahkan bahwa dirinya mengetahui kehamilan NA.
Bukan menghindar atau lari, YR justru ingin bertanggungjawab atas kehamilan tersebut.
"Saya sudah sampaikan kepada keluarga disana, tapi pada saat saya mau bertanggungjawab malah ditolak keluarga NA, malah saya dimaki dan dihina," imbuhnya.
Sementara itu, Kapolsekta Kompol Zainal Arifin, melalui Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Iptu Fahruddi mengatakan bahwa tersangka NA sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan aborsi.
Baca Juga: Pemindahan SMAN 10 Samarinda Ditolak
"Untuk si pelaku (NA) saat ini sudah kami tetapkan menjadi tersangka," ungkap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Iptu Fahruddi saat dikonfirmasi awak media. Kamis, (23/9/2021).
Iptu Fahruddi mejelaskan dari hasil penyelidikan bahwa diketahui bahwa janin tersebut berusia sekitar 8 bulan dan berjenis kelamin perempuan Dan diperkirakan meninggal pada hari Senin (20/9/2021) lalu.
"Janin ini yang harusnya keluar di 9 bulan, namun di 8 bulan dipaksa keluar dengan menggunakan obat-obatan yang ditemukan di lokasi TKP," jelasnya.
Disinggung mengenai motif tersangka untuk melakuka aborsi, Perwira berpangkat Balok dua emas tersebut menambahkan bahwa si tersangka tega melakukannya lantaran malu karena hamil diluar nikah.
"Jadi si tersangka (NA) malu karena hamil diluar nikah, makanya si tersangka tega melakukan aborsi. Dan tidak ada tekanan dari pihak yang lain untuk melakukan aborsi," tandasnya.
Akibat dari perbuatannya tersebut kini NA harus mendekam dijeruji besi, sesuai pasal 77A ayat 1 uu tahun 2014 tentang perubahan atas uu 23 tahun 2002, juncto pasal 342 Kuhp dengan hukuman 10 tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Sakit ISPA dan Demam Berdarah
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim