SuaraKaltim.id - Suriansyah, pengusaha asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perbincangan usai dirinya langsung ke Jakarta untuk membantu Kakek Suhud. Sasa, panggilan akrabnya, merasa prihatin dengan kisah hidup kakek berusia 70 tahunan itu.
Berhasil bertemu Kakek Suhud, membuat Sasa menawarkan diri untuk menjadi anak angkat dari kakek itu. Kemarin, Selasa (12/10/2021), Kakek Suhud pun resmi jadi bapak angkat Sasa.
Namun, siapa sangka, kisah hidup Kakek Suhud juga menyedihkan. Bersama Sasa di sebuah warung makan, sembari menyantap makanan, kakek itu bercerita alasan dirinya masih bekerja di usia senja.
"Semua anaknya itu pekerja, tapi sayang, namanya nasib siapa yang tahu kan, ada yang di PHK karena Covid-19. Jadi, karena tidak mau merepotkan anak-anaknya, Bapak (Kakek Suhud) kerja jualan buku," kata Sasa, dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (13/10/2021).
Sasa menjelaskan, sebagai penjual buku keliling, kadang jualan Kakek Suhud tak ada yang laku. Walhasil, ia dan keluarganya pun tak makan karena itu.
"Di situasi kayak gini, masih ada yang kayak gitu. Tidak makan karena jualannya nggak laku, saya yang dengar nggak tega," sambungnya.
Menurut cerita Sasa, kehidupan anak-anak Kakek Suhud juga susah. Hanya mampu berpasrah pada hutang, yang akhirnya menyebabkan mereka cuma bisa mencari nafkah untuk membayar hutangnya.
"Gali lubang tutup lubang jadinya," sambatnya.
Kakek Suhud dan keluarganya tinggal di rumah mertua anaknya. Kehidupan mereka memprihatinkan dengan rumah yang ukurannya kecil dan harus menampung semua keluarga besar Kakek Suhud.
Baca Juga: Usai Marahi Kakek Suhud, Baim Wong Kehilangan 200 Ribu Subscribers
Ketika ia ditolak untuk dibantu dengan Baim Wong, beredar isu bahwa kaki Kakek Suhud sakit. DIjelaskan Sasa, ketika ia datang dan bertemu bapak angkatnya itu, kondisi kakinya sudah membaik.
"Mukjizat sih, karena mungkin ia juga istirahat yang cukup yah. Walaupun sekarang banyak banget wartawan yang datang ke rumahnya Bapak buat wawancara. Saya bilang nggak papa, diladeni saja, asal ingat istirahat," pungkasnya.
Kontributor: Apriskian Tauda Parulian
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Dugaan Layanan Buruk Puskesmas Sebabkan Bayi Meninggal, Dinkes Kaltim Turun Tangan
-
Rekening Terkuras Lewat APK Berkedok Undangan, Pakar Minta Update Sistem Keamanan
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Minggu 22 Februari 2026