SuaraKaltim.id - Usai dibekap Rans Cilegon FC dalam babak delapan besar Liga 2, pelatih Persiba Balikpapan Fakhri Husaini nampaknya langsung “lempar handuk”. Skor 2-1 harus diterima Tim Selicin Minyak malam tadi.
Mantan pelatih timnas U-16 itu menyatakan, dengan tersisa satu pertandingan terakhir menghadapi Persis Solo, sulit buat anak asuhnya untuk bisa melenggang ke semifinal.
“Peluang ke liga 1 saya kita sudah tertutup ya. Karena menyisakan satu laga saya kira sulit ya,” ujar Fakhri selepas pertandingan, melansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (20/12/2021).
Dia mengatakan, meski kalah namun tetap mengapresiasi penampilan para pemainnya. Karena dia menilai, tim dengan julukan Beruang Madu itu mampu mengendalikan permainan.
“Meskipun kami kalah 1-2 saya bangga dengan apa yang ditunjukkan seluruh pemain, kami mengendalikan permainan,” sambatnya.
Dua kesalahan yang dilakukan pemainnya mampu dimanfaatkan anak asuh Rahmad Darmawan mencetak gol melalui Alfin Tuasalamony di menit ke-12 dan Hamka Hamzah di menit ke-62.
“Ada dua kesalahan kecil yang dilakukan pemain Persiba yang mempengaruhi hasil ini. Tapi apapun itu apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada seluruh pemain. Takluk dari Rans Cilegon, Langkah Persiba Semakin Berat. Mereka bermain sangat luar biasa, menjalankan semua instruksi. Mereka bermain dengan semangat, disiplin, kami juga punya beberapa peluang,” jelasnya.
Menurutnya, Persiba Balikpapan sebenarnya lebih banyak melakukan tendangan yang mengarah kegawang. Begitupun penguasaan bola. Hanya saja tak mapu mencetak gol.
“Tapi inilah sepakbola, hasil akhir bisa saja berbeda. Tapi kompetisi ini belum selesai. Masih ada satu pertandingan lagi dan kami akan memberikan perlawanan yang optimal di laga terakhir nanti,” tandasnya.
Baca Juga: Satu Pemain Diwaspadai Fakhri Husaini di Laga Beruang Madu vs RANS Cilegon FC, Siapa?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Benarkah Kursi Pijat Rp125 Juta untuk Gubernur Rudy Mas'ud? Sekda Kaltim Membantah
-
Pasutri Bengis Ditangkap, Bunuh 5 Orang Satu Keluarga di Batas Kalteng-Kaltim
-
Laba BRI Melonjak 13,7% Jadi Rp15,5 Triliun, Momentum Kinerja Positif Terjaga
-
Rudy Mas'ud Minta Maaf, Anggota DPRD Kaltim Ungkit Kebijakan Pro Rakyat
-
Rehab Interior Balai Kota Samarinda Telan Rp17,6 Miliar, Andi Harun Klarifikasi