SuaraKaltim.id - Pelepasan ekspor produk Indonesia secara hybrid daring serta luring dilakukan serentak di 26 provinsi dan 32 kabupaten/kota di seluruh Tanah Air.
Di Bumi Mulawarman sendiri, kegiatan itu dilakukan secara virtual di Kota Tepian. Tepatnya di PT SLJ Global yang berada di Jalan Gerbang Dayaku, Nomor 179, Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kamis (23/12/2021) lalu.
Bertemakan 'Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021', kegiatan tersebut bertujuan untuk mengapresiasi kinerja para eksportir dan pemerintah daerah (Pemda) yang mendukung usaha peningkatan ekspor dan pemulihan ekonomi secara nasional.
Total ekspor Indonesia sendiri di Desember mencapai USD 2,44 miliar atau setara dengan Rp 35,03 triliun. Dari nilai tersebut, Kaltim berkontribusi besar dengan nilai USD 941,3 juta atau setara dengan Rp 13,5 triliun. Jika dipresentasikan, keterlibatan Benua Etam dalam eksportir di bulan ke-12 tersebut mencapai 40 persen.
"Prestasi dan kebanggan bagi Kaltim, yang mampu mengelola sumber daya alam (SDA) hingga terus meningkatkan ekspor," jelas Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim, Senin (27/12/2021).
Menurutnya, apa yang diperoleh Kaltim hingga kini, bisa disebut sebagai sebuah kepercayaan yang diperoleh Kaltim dari pasar internasional.
Beberapa komoditas yang diekspor Kaltim yakni amoniak, gas, batu bara, minyak goreng curah, jelantah, plywood, moulding, damar batu, ikan asin, kepiting, dan udang.
Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi juga memberikan tanggapan. Ia mengungkapkan, pihaknya akan terus mendorong fokus peningkatan kinerja ekspor. Tujuannya tak lain, untuk mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.
"Stimulus pertumbuhan ekspor yang signifikan akan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas industri dalam negeri. Kedua hal yang merupakan pondasi utama agar bisa memulihkan ekonomi nasional dan menakhlikkan cita-cita Indonesia Maju 2045," tegasnya.
Baca Juga: Ekspor Rumput Laut Indonesia Meningkat di Tengah Pandemi
Kinerja ekspor Indonesia secara kumulatif dari Januari hingga November mencapai USD 209.16 miliar. Angka itu disebut naik sebesar 42,62 persen dibandingkan periode lalu di 2020.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi serta Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop serta UKM) Kaltim, HM Yadi Robyan Boor menyebutkan, total nilai ekspor Kaltim mencapai USD 941,3 juta atau setara dengan Rp 13,55 Triliun.
Bumi Mulawarman sendiri, katanya, berhasil menyumbang 40,33 persen dari total ekspor Indonesia. Angka tersebut dijelaskan olehnya mengalami kenaikan sebesar 39,30 persen dari nilai ekspor Kaltim di 2020 lalu.
"Jumlah pelaku usaha yang mengikuti ekspor juga bertambah, di 2021 sebanyak 35 pelaku usaha, dibandingkan 2020 hanya 7 pelaku usaha," tuturnya.
Baginya, peningkatan ini sejalan dengan misi Gubernur Kaltim, Isran Noor. Kemudian, komitmen Kaltim untuk bisa menjaga hutannya juga ia sebut sangat kuat dan tinggu.
"Ekspor jalan, hutan juga kita lindungi. Hutan kita harus dijaga, sebesar 40 persen lebih (harus dijaga). Permintaan tinggi juga. Memang berat, tapi kami janjikan itu," pungkasnya mengakhiri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu