SuaraKaltim.id - Sebanyak 400 sekolah baik PAUD, SD, maupun SMP di Kota Samarinda, sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Terkait itu, tingkat vaksinasi paling banyak ada pada SMP, yang mencapai 95 persen siswa.
"Untuk siswa SMP sampai hari ini sudah 95 persen yang dilakukan vaksinasi baik dosis 1 maupun dosis 2. Kami terus melakukan vaksinasi sampai tercapai 100 persen siswa," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Samarinda Asli Nuryadin, melansir dari ANTARA, Jumat (7/1/2022).
Untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, pun telah 95 persen dilakukan vaksinasi dari total target 9.400 guru dan tenaga kependidikan, mulai dari PAUD, SD dan SMP. Baik negeri maupun swasta.
Menurutnya, atas dasar tingginya tingkat vaksinasi tersebut, maka per 3 Januari 2022 pihaknya telah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sambil tetap mengingatkan sekolah, untuk terus menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
"Prokes yang terus diingatkan adalah, selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman, sering mencuci tangan menggunakan sabun, dan beretika ketika batuk maupun bersin," katanya.
Ia melanjutkan, soal kebersihan dan menjaga etika, bahkan harus terus diterapkan warga sekolah sampai kapan pun. Meski, Covid-19 kelak tidak ada lagi.
"Seperti harus rajin mencuci tangan dan beretika ketika batu maupun bersin," imbuhnya.
Dalam proses belajar mengajar PTM itu, ia menjelaskan, tak semua siswa langsung masuk. Jadwal pembelajaran diatur per separuh siswa. Kemudian, jam belajar juga ada yang hanya tiga jam per hari, sampai ada yang enam jam per hari. Semua itu, jelasnya, menyesuaikan dengan kondisi sekolah.
Ia menegaskan, pihak sekolah menyiapkan alat pengukur suhu tubuh. Sehingga baik guru, tenaga kependidikan, hingga siswa yang akan masuk ke sekolah, suhu tubuhnya dideteksi dulu menggunakan alat tersebut.
Baca Juga: Cakupan Vaksinasi Indonesia Tertinggi, Masuk 5 Besar Negara di Dunia
Dirinya yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda ini mengatakan, pihaknya menyiapkan PTM ini sudah sejak lama.
"Mulai persiapan sekolah, guru, hingga meminta persetujuan orang tua murid, disiapkan sejak lama," tegasnya.
Sementara Gheffin, siswa kelas VII F SMPN 37 Samarinda, saat ditanya pertama kali PTM mengaku, awalnya canggung dan agak malu ketemu dengan teman baru. Karena semenjak ia daftar di sekolah hingga kemarin, selalu mengikuti pelajaran secara daring.
"Awalnya saya lebih enak belajar daring, tapi masuk sekolah langsung ternyata enak juga walau tadinya ada rasa malu. Aku tadi juga berani memimpin baca doa sebelum pulang," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dikepung Api dan Asap, Dua Kompleks Perumahan Dekat Bandara Syamsudin Noor Terancam
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
BRI Group Perkuat Reputasi Global Lewat Enam Penghargaan Bergengsi
-
Kelolaan Emas BRI Group Capai 153 Ton, Perkuat Ekosistem Nasional dan Selaras Pidato Presiden RI
-
BRI Tingkatkan Layanan Qlola, Satukan Beragam Kebutuhan Transaksi Bisnis dalam Satu Platform