Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Jum'at, 07 Januari 2022 | 17:27 WIB
RSUD Taman Husada Bontang. [kaltimtoday.co]

Kembali ke dalam rapat panas itu, Dewan Bontang menyebut, 30 orang pegawai honorer di rumah sakit disetop kontrak kerjanya. Belakangan, data itu dikoreksi pihak rumah sakit, mereka menyebutkan hanya 10 orang pegawai saja.

Total pegawai yang tak diperpanjang ada 13 orang, namun 2 bekas pegawai tak mengurus perpanjangan kontraknya, sedangkan 1 orang lagi memilih berhenti.

Ilustrasi Dewan Versus RSUD Dipicu Pertanyaan 'Kamu Orang Siapa'. [KlikKaltim.com]

Sebut Kinerja Buruk Para Pegawai Jadi Alasan Kontrak Tidak Diperpanjang

Plt Direktur Suhardi menyebutkan, ke-10 orang pegawai yang kontraknya tak diperpanjang lantaran nilai hasil evaluasi mereka rendah, di bawah 70. 

Baca Juga: Jumlah Peserta BPJS Kesehatan Tanggungan Pemkot Bontang Menyusut, Kabar Baik Atau?

Di samping itu, penilaian juga didasarkan atas masukan dari internal dan keluhan dari layanan aduan masyarakat. Ia melanjutkan, penilaian kinerja seperti pemahaman tugas-tugas mereka, perilaku termasuk pelayanan selama bekerja.

"Kita banyak dapat masukan dan komplain, itu juga kita jadikan bahan penilaian," ujarnya. 

RSUD Bontang, kata Suhardi, ingin berbenah, memperbaiki kinerja serta beban keuangan gaji yang saat ini sudah menyentuh 43 persen dari total keuangan BLUD RSUD Bontang. Dengan beban gaji itu, sudah sewajarnya rumah sakit mengevaluasi.

"Monitoring dan evaluasi itu sebuah keniscayaan-lah di setiap organisasi," ungkapnya.

Mengaku Tak Ada Pertanyaan Politis

Baca Juga: Foto Terduga Pelaku Penabrak Seorang Pria di Jalan Hauling Bontang Lestari Tersebar

Ke-3 orang pegawai honorer di RSUD yang ditanyai, mengaku tak mendapat pertanyaan berbau politis. Mereka ditanyai oleh kepala ruangan ihwal kinerja rutin sehari-hari.

Load More