Eko Faizin
Selasa, 13 Januari 2026 | 08:53 WIB
Ilustrasi - Nilai Investasi ke Kaltim di Sektor Pertanian Tembus Rp8,97 Triliun [Ist]
Baca 10 detik
  • Nilai investasi sektor pertanian di Kaltim mencapai Rp8,97 triliun.
  • Nilai ini meliputi subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan.
  • Total investasi di Kaltim hingga triwulan III-2025 tembus Rp70,43 triliun.

SuaraKaltim.id - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Timur (DPMPTSP Kaltim) mencatat nilai investasi sektor pertanian di wilayahnya mencapai Rp8,97 triliun hingga triwulan III-2025.

Kepala Dinas DPMPTSP Kaltim menjelaskan nilai tersebut terdiri atas subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

"Nilai investasi sebesar itu berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA)," ujarnya dikutip dari Antara, Senin (12/1/2026).

Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, hanya ada satu daerah yang tak masuk investasi subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, yakni Kota Bontang yang mengandalkan industri dan jasa.

Investasi PMDN sebesar Rp7,21 triliun antara lain dari Kabupaten Berau senilai Rp1,36 triliun, yang meningkat ketimbang tahun sebelumnya senilai Rp263,9 miliar.

Kabupaten Kutai Barat sebesar Rp1,57 triliun, yang naik ketimbang tahun sebelumnya senilai Rp1,1 triliun dan Kutai Timur sebesar Rp1,99 triliun, yang ketimbang 2024 yang mencapai Rp1,26 triliun.

Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp826,8 miliar, yang naik ketimbang tahun sebelumnya senilai Rp699,77 miliar.

"Sedangkan PMA periode Januari hingga September 2025 total sebesar Rp1,76 triliun, turun ketimbang 2024 yang tercatat Rp4,2 triliun. Namun tahun ini belum final, masih ada triwulan IV 2025 yang masih tahap penghitungan," kata Fahmi.

PMA paling tinggi berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp606,07 miliar. Angka tersebut turun ketimbang 2024 yang sebesar Rp2,72 triliun.

Lalu dari Kabupaten Berau Rp426,87 miliar yang mengalami kenaikan ketimbang tahun sebelumnya yang senilai Rp389,85 miliar.

PMA dari Kabupaten Kutai Timur senilai Rp297,63 miliar, turun ketimbang 2024 yang sebesar Rp429,25 miliar. Sedangkan dari Kabupaten Kutai Barat tercatat Rp246,51 miliar, turun ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp327,59 miliar.

Ia mengatakan bahwa total investasi yang masuk ke Kaltim hingga triwulan III-2025 mencapai Rp70,43 triliun, berasal dari PMDN sebesar Rp55,9 triliun dan dari PMA senilai Rp14,53 triliun.

Sedangkan target investasi sepanjang 2025 sebesar Rp76,02 triliun, sehingga ia mengaku optimistis target itu bakal terealisasi, bahkan melampaui target. Namun dirinya belum bisa memastikan berapa nilai riilnya karena semua data belum masuk. (Antara)

Load More