- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mendesak perbaikan jalan rusak.
- Jalan tersebut menjadi penghubung Kutai Barat - Mahakam Ulu.
- Perbaikan harus dilakukan karena jalur ini sangat vital bagi ekonomi.
SuaraKaltim.id - Jalan nasional di Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kerusakan parah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mendesak perbaikan segera lantaran jalan itu merupakan penghubung jalur Kutai Barat menuju Mahakam Ulu, demi menjamin kelancaran konektivitas antar-wilayah.
"Kami meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) segera turun tangan melakukan perbaikan karena jalur ini sangat vital bagi perputaran ekonomi masyarakat," kata Rudy dikutip dari Antara, Jumat (9/1/2026).
Kerusakan jalan di kawasan tersebut dinilai Rudy menghambat mobilitas warga serta mengganggu kenyamanan pengguna transportasi darat yang melintas setiap hari.
Jalur itu memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya akses darat penghubung menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di wilayah pedalaman hulu sungai Mahakam.
Pemprov Kaltim memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui BBPJN terus diperkuat agar penanganan jalan ini menjadi prioritas utama.
"Kami terus memantau proses perbaikan fisik jalan agar arus logistik kembali lancar tanpa hambatan berarti," ungkap Rudy.
Perbaikan infrastruktur ini diharapkannya tidak hanya mempermudah aksesibilitas, tetapi juga menekan tingginya biaya logistik yang selama ini membebani masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).
Peninjauan Gubernur Kaltim baru-baru ini guna pembenahan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
"Warga di sana berharap banyak dapat segera menikmati akses jalan yang mulus dan aman guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Kutai Barat dan Mahakam Ulu," katanya.
Selain itu, Gubernur Kaltim meminta rekonstruksi jalan yang dilakukan BPJN agar sesuai kondisi alam dan kapasitas kendaraan yang melintas, terutama kendaraan angkut logistik maupun BBM.
"BPJN bisa menyamakan standarisasi jalan nasional ini agar kapasitas kendaraan yang melintasi sama di Jawa dan Sumatera juga Sulawesi," pintanya.
Gubernur mengingatkan perusahaan pemilik kendaraan agar tidak over dimension over loading (ODOL) atau kendaraan truk kelebihan dimensi dan muatan yang berdampak mempercepat kerusakan jalan.
"Tolong pemilik kendaraan angkut jangan ODOL. Ini demi kepentingan masyarakat dan kita semua," pesan Rudy. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Unggahan Istri Gubernur Kaltim Singgung Kedengkian
-
Sindiran Menohok Warnai Polemik Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Gubernur Rudy Mas'ud
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Kamis 26 Februari 2026
-
Ferry Irwandi Bahas Harga Mobil Dinas Rp8,5 Miliar, Sentil Gubernur Kaltim?
-
Jadwal Imsakiyah Samarinda dan Sekitarnya, Kamis 26 Februari 2026