- Pengadaan mobil dinas baru Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menuai polemik.
- Rencana tersebut mendapat sindiran tajam dari sejumlah pihak, termasuk di media sosial.
- Sentilan berasal dari akun Instagram yang mengaku fanbase pengamat politik Rocky Gerung.
SuaraKaltim.id - Akun fanbase pengamat politik Rocky Gerung diduga turut mengomentari polemik pengadaan mobil dinas baru Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud.
Pengadaan kendaraan dinas tersebut menjadi sorotan publik karena nilai anggarannya mencapai Rp8,5 miliar.
Komentar itu diunggah melalui akun media sosial, Instagram yang menggunakan foto Rocky Gerung sebagai profil, pada Selasa (24/2/2026).
"Lewat jalanan yang rusak, tapi pejabatnya bisa beli mobil harga miliaran rupiah pake duit rakyat," ucapnya di awal, dikutip Kamis (26/2/2026).
Pengunggah juga menyampaikan penilaian terhadap keputusan pembelian kendaraan dengan harga fantastis tersebut.
"Dari sini kita bisa menilai, selain jalannya yang rusak, ternyata otak pejabatnya juga rusak," timpalnya.
Melansir dari Kaltimtoday.co—Jaringan Suara.com, kendaraan jenis SUV mewah itu disorot karena dinilai bertolak belakang dengan semangat efisiensi anggaran daerah.
Berdasarkan data Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan tersebut memiliki spesifikasi mesin 2.996 cc dengan tenaga 434 HP.
Mobil itu merupakan SUV hybrid yang dibekali baterai berkapasitas 38,2 kWh serta torsi mencapai 620 Nm.
Penelusuran spesifikasi tersebut mengarah pada unit Land Rover Defender Octa, SUV ultra-mewah yang dikenal memiliki kemampuan off-road ekstrem, namun tetap representatif untuk kebutuhan protokoler.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa pemilihan kendaraan itu didasarkan pada kebutuhan mobilitas gubernur yang kerap meninjau wilayah pelosok dengan kondisi medan berat.
"Pak Gubernur ini kalau meninjau sebuah lokasi, beliau itu ingin tembus sampai ke lokasi itu. Beliau ingin tahu kondisi riil di lapangan, bahkan sering kali harus memaksakan diri melewati akses jalan yang belum memadai," ujar Sri Wahyuni, Jumat (20/2/2026).
Ia menuturkan, Rudy Mas'ud pernah tertahan di kawasan hutan saat melakukan peninjauan ke wilayah Sotek dan Bongan.
Kondisi geografis Kaltim yang ekstrem kerap membuat kendaraan dinas standar mengalami kendala teknis.
Sri mengaku pernah mendampingi kunjungan kerja ketika Gubernur harus berganti mobil karena kendaraan sebelumnya tidak mampu melintasi medan berat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
Terkini
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Sofifi, Buka Ruang UMKM Tumbuh
-
Enam Perusahaan di Kalimantan Dijatuhi Sanksi Imbas Karhutla Areal Konsesi
-
Kaltim Tetapkan Siaga Bencana Karhutla Imbas Fenomena El Nino