- BPBD menyatakan Kalimantan Timur berada di peringkat kesembilan nasional sebagai daerah paling rawan bencana karhutla.
- Pemerintah Provinsi menetapkan status siaga bencana dan mengerahkan tim gabungan karena lonjakan titik panas meningkat.
- Kabupaten Berau mencatatkan area terdampak paling parah dengan luasan lahan terbakar mencapai lebih dari 400 hektare.
SuaraKaltim.id - BPBD Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan provinsi tersebut saat ini berada di peringkat kesembilan nasional sebagai daerah paling rawan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menjelaskan bahwa kerawanan karhutla tertinggi di Indonesia masih didominasi oleh tiga provinsi di Pulau Kalimantan dan tiga provinsi di Pulau Sumatera.
"Tiga provinsi dengan tingkat kerawanan karhutla terbesar di wilayah Kalimantan adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, yang dampaknya hampir setara dengan Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi di Sumatera. Sedangkan Kaltim berada di posisi kesembilan nasional," katanya.
Menanggapi lonjakan titik panas (hotspot) yang terus meningkat, Pemprov Kaltim telah mengambil langkah taktis dengan menetapkan status Siaga Bencana Karhutla.
Penetapan status tersebut diikuti dengan pergerakan sinergis seluruh elemen di lapangan, mulai dari BPBD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, unsur TNI-Polri, pihak swasta, hingga lapisan masyarakat guna memadamkan titik api sebelum meluas.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, termasuk relawan, tim gabungan, dan satuan tugas (satgas) perusahaan swasta yang dinilai krusial dalam mempercepat penanganan kedaruratan di lapangan.
Berdasarkan data terkini BPBD Kaltim, total luasan lahan yang terdampak kebakaran tersebar di sembilan kabupaten/kota.
Dari seluruh wilayah tersebut, Kabupaten Berau mencatatkan area terdampak paling parah dengan luasan mencapai lebih dari 400 hektare.
Selanjutnya, Kutai Kartanegara 219 hektare, Kutai Barat 147 hektare, Paser 89,3 hektare, Kutai Timur 89,3 hektare, Penajam Paser Utara 48,1 hektare, Samarinda 40,5 hektare, Mahakam Ulu 7 hektare, Bontang 3 hektare dan Balikpapan 0,5 hektare.
Sebagai langkah preventif lanjutan, Dinas Perkebunan Kaltim memperketat koordinasi lapangan melalui penguatan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Dalkarlabun).
Langkah pencegahan tersebut juga dilakukan dengan mengoptimalkan peran 186 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat, Pemprov Kaltim menargetkan mampu menekan angka karhutla secara signifikan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Sofifi, Buka Ruang UMKM Tumbuh
-
Enam Perusahaan di Kalimantan Dijatuhi Sanksi Imbas Karhutla Areal Konsesi
-
Kaltim Tetapkan Siaga Bencana Karhutla Imbas Fenomena El Nino