Eko Faizin
Kamis, 26 Februari 2026 | 18:00 WIB
Kolase foto tangkapan layar Instagram Story Sarifah Suraidah, istri Gubernur Kaltim Rudi Mas'ud. [Instagram/@syarifahsuraidah]
Baca 10 detik
  • Pengadaan mobil dinas Gubernur Kaltim senilai Rp8,5 miliar menuai polemik.
  • Seiring dengan itu, unggahan media sosial istri Gubernur Kaltim menjadi sorotan.
  • Dalam postingan tersebut, sang istri menyampaikan pesan motivasi dan religi.

SuaraKaltim.id - Unggahan media sosial istri Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudi Mas'ud, Sarifah Suraidah, menuai sorotan seiring polemik mobil dinas baru sang suami senilai Rp8,5 miliar.

Pada postingan story Instagramnya, ia mengunggah sejumlah pesan reflektif sejak Rabu (25/2/2026) hingga Kamis (26/2/2026).

Unggahan tersebut berisi kutipan-kutipan bernuansa motivasi dan religi yang diduga berkaitan dengan kondisi Gubernur Rudy Mas'ud yang tersorot lantaran pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar.

Beberapa di antaranya, Instagram Story yang terpajang di akun @syarifahsuraidah itu menyinggung tentang sikap manusia, ketidaksukaan orang lain, hingga hubungan hamba dengan Tuhan.

Salah satu kutipan yang diunggah berbunyi:

"Kalau satu orang menyerang, itu opini. Kalau berkelompok menyerang, itu rasa takut. Mereka butuh keramaian untuk menjatuhkan."

Pada unggahan lainnya, terdapat pesan motivasi yang menyoroti alasan seseorang tidak disukai:

"Beberapa orang tidak menyukaimu bukan karena kamu jahat, namun karena kerja keras dan pantang menyerahmu menyakiti hatinya."

Selain itu, Sarifah juga membagikan doa menyambut bulan suci Ramadan:

"Ya Allah jadikanlah Ramadhan tahun ini, menjadi bulan Ramadhan yang dipenuhi kabar baik, kebahagiaan, rezeki lancar dan keberkahan."

Tak hanya itu, ada pula doa perlindungan yang turut dibagikan:

"Ya Allah, lindungilah kami dari rasa iri dan dengki orang-orang yang tidak menyukai kami tanpa alasan. Lindungilah kami dari orang-orang yang ingin mencelakai kami, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Jagalah hati kami, keluarga kami, dan urusan kami dari tipu daya mereka, dan berikanlah kami kedamaian, keselamatan, dan petunjuk dalam setiap langkah yang kami ambil."

Dalam unggahan berbeda, Sarifah membagikan kutipan bernuansa tausiyah yang dikaitkan dengan KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha:

"Kita pernah membuat Allah kecewa karena tidak bangun subuh. Namun paginya Allah masih membangunkanmu dengan tubuh yang sehat. Adakah cinta yang setulus itu?!"

Sementara pada unggahan lainnya, terdapat pesan refleksi tentang makna Ramadan:

"Pada akhirnya saudara saudaraku, mohon maaf padanya dan bertaubat pada Allah atas kesalahan di awal kisahnya. Begitupula kita, mungkin banyak yang memulai Ramadhan dengan kesalahan dan kekurangan. Tapi bukan berarti tertutup kesempatan untuk menyempurnakan akhirnya. Karena Ramadhan bukan hanya tentang siapa yang datang dengan bekal terbaik, tapi juga tentang siapa yg pergi dalam keadaan terampuni."

Load More