- Kolam bekas lubang tambang batu bara menjadi destinasi wisata di Kukar.
- Wisata itu bernama Taman Gubang setelah sempat terbengkalai selama 28 tahun.
- Pemanfaatan kolam bekas tambang itu tidak hanya memulihkan fungsi ekologi.
SuaraKaltim.id - Kolam bekas lubang tambang batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disulap menjadi destinasi wisata andalan ramah lingkungan.
Lubang bekas tambang di Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut kini dikelola menjadi Taman Gubang setelah sempat terbengkalai selama 28 tahun.
"Taman Gubang Loa Ulung menjadi bukti keberhasilan upaya masyarakat dalam mengubah lahan kritis sisa eksploitasi alam menjadi kawasan ekowisata yang bernilai ekonomi," kata Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi dikutip dari Antara, Kamis (28/5/2026).
Ririn menyampaikan, kawasan itu dikelola dengan mengedepankan kreativitas dan memberdayakan warga sekitar melalui sistem gotong royong tanpa bergantung pada investasi berupa uang tunai.
Kemudian, pelibatan masyarakat lokal itu berbuah manis lantaran destinasi ini pernah menyabet predikat juara pertama Anugerah Tempat Wisata Idaman Kutai Kartanegara pada tahun 2023 silam.
Para wisatawan yang berkunjung kini dapat melepas penat dengan menikmati fasilitas alam, mulai dari gazebo tepi danau hingga berkeliling menyusuri kejernihan air menggunakan perahu tradisional gubang kembar.
Pengelola Taman Gubang, Ahmadi menambahkan pemanfaatan kolam bekas tambang tidak hanya memulihkan fungsi ekologi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi daerah melalui ketaatan pengelola dalam menyetorkan pajak sebesar Rp50 juta per tahun.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Bambang Arwanto menyatakan bahwa pemanfaatan lahan bekas galian memang dapat dioptimalkan untuk sektor pariwisata hingga sumber air bersih jika dikelola secara tepat dan memenuhi standar aman.
Bambang menegaskan, kolam wisata air yang berlokasi di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang tersebut dinilai aman bagi masyarakat karena tidak ada binatang liar buas dan kedalaman maksimal empat meter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei
-
Hadirkan BRImo Taiwan, BRI Raih Penghargaan Inovasi di IDX Channel 2026