- Gubernur Kaltim memperjuangkan honorer lama menjadi PPPK.
- Pembayaran gaji para pegawai tersebut tetap dibebankan pada APBD.
- Gubernur mengakui proses penyesuaian anggaran tahun ini cukup berat.
SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud berkomitmen memperjuangkan nasib tenaga honorer lama mengabdi agar segera diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Rudy Mas'ud menyampaikan mekanisme penentuan kelulusan seleksi pegawai tersebut tetap berada di bawah kewenangan penuh Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
"Kami memberikan prioritas pengangkatan kepada tenaga honorer yang memiliki masa pengabdian panjang baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota," katanya usai memimpin apel Hari Korpri di Samarinda, Senin (1/12/2025).
Kendati penentuan status dilakukan oleh pusat, Rudy memastikan pembayaran gaji para pegawai tersebut tetap dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia juga menjamin kebijakan kepegawaian ini tidak terganggu meskipun APBD Tahun 2026 mengalami pemangkasan signifikan hingga mencapai Rp6,06 triliun.
"Soal insentif ASN, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) seluruh PNS dan PPPK Provinsi Kaltim aman terkendali," ujar Rudy.
Gubernur mengakui bahwa proses penyesuaian anggaran tahun ini cukup berat akibat adanya penyesuaian fiskal yang mengharuskan penyisiran ulang pada seluruh pos belanja daerah.
Pemangkasan anggaran dipastikan terjadi secara merata di semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim demi efisiensi.
Walaupun terjadi penghematan, pemerintah tetap menjamin keberlanjutan program prioritas seperti pendidikan gratis atau Gratispol bagi mahasiswa.
"Program Gratispol semuanya insya Allah berjalan sesuai harapan karena ini bagian dari ikhtiar kita untuk Kaltim," jelasnya.
Rudy meminta masyarakat untuk tetap bersabar dan memahami situasi fiskal saat ini sembari mendoakan agar pendapatan daerah bisa kembali meningkat.
Ia optimistis Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan digenjot lebih kencang ke depannya guna mengurangi tekanan fiskal yang sedang terjadi.
"Seluruh kebijakan penghematan yang dilakukan saat ini diarahkan untuk menjaga stabilitas pembangunan daerah," tegas Rudy. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Terkini
-
5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
-
4 Mobil Bekas 70 Jutaan Muat Banyak Penumpang, Incaran Keluarga Indonesia
-
5 Mobil Bekas 7-Seater yang Nyaman, Efisien dan Bandel Dipakai Jangka Panjang
-
5 Mobil Bekas Harga Terjangkau, Kenyamanan Premium: Terbaik buat Keluarga
-
Harga Sawit Kaltim Anjlok Imbas Melemahnya CPO