SuaraKaltim.id - Masyarakat sedang digemparkan dengan wacana perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 3 periode. Isu yang sempat viral dan dijadikan tagar tranding di media sosial, menuai pro dan kontra. Begitu juga dengan kalangan politisi maupun masyarakat.
Awal mula menyebarnya informasi tentang tiga periode Presiden Jokowi, saat adanya pertemuan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Istora Senayan Jakarta. APDESI bersorak mendeklarasikan diri mendukung Presiden Jokowi untuk 3 Periode.
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sempat menanggapi beredarnya kabar tersebut. Melalui akun Twitternya @hnurwahid, ia beberapa kali menanggapi sikap dari APDESI. Menurutnya, APDESI yang seharusnya dalam pertemuan dengan Jokowi membahas tentang permasalahan rakyat di desa, bukan untuk mendukung tiga periode presiden.
Ia juga memaparkan, beberapa data terkait aturan konstitusi yang membahas tentang, masa jabatan maksimal dua periode masing-masing lima tahun untuk presiden dan wakil presiden dalam UUD NRI 1945 pasal 7. Secara tegas, ia menyatakan menolak penundaan pemilu dan mensukseskan pemilihan presiden tahun 2024.
Baru-baru ini, ia sempat menyinggung kembali pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah diisukan pula dengan jabatan 3 periode. Melalui unggahan video dari pemilik akun @MSApunya pada Rabu (30/3/2022). Ia merepost ulang dan menambahi keterangan tanggapan tentang pernyataan SBY.
SBY dalam rekaman video tersebut mengatakan andai dirinya diperbolehkan dan konstitusi tidak melarang. Maka Ia tidak akan melanjutkan pemerintahannya lagi.
"Andai kata saya maju lagi dan tidak dilarang oleh konstitusi dan undang-undang yang berlaku saya pun akan mengucapkan tidak akan maju lagi. Saya sudah berbicara dari hati ke hati dengan istri dan anak-anak saya. Smua sepakat bahwa sepuluh tahun bisa memimpin negeri ini, sudah merupakan kesukuran yang luar biasa kepada Allah SWT juga terimakasih kepada rakyat. Sehingga sekali lagi ini peluang yang sangat luar biasa saya dapatkan," terangnya.
Tidak hanya itu, SBY juga mengatakan pemimpin jika terlalu menjabat dapat memanfaatkan kekuasaan sehingga dikhawatirkan menjadi tirani dan diktator.
"Saya punya pendapat. Saya banyak sekali membaca pengalaman pemimpin-pemimpin di dunia. Pemimpin yang berkuasa begitu lamanya dua tahun lebih, biasanya tentu tidak semua, itu cenderung untuk menyalahkan kekuasaannya. Sebagian mereka jadi tiran dan diktator dan tentu tidak baik kalau kekuasaan digunakan sewenang-wenang. Demokrasi akan mati dan hak rakyat akan dikebiri. Yang lain kalau memimpin terlalalu lama itu juga kehilangan inisiatif, tidak memiliki pemikiran yang segar karena jenuh dan dianggap tugas rutin semata dan jangan lupa rakyat juga bosan," imbuhya.
Mendengar keterangan SBY, Hidayat lalu memberikan tanggapan berkat keteladanan dan kenegarawan SBY mampu meregenerasikan kepemimpinan berikutnya.
"Terimakasih Pak @SBYudhoyono atas keteladanan dan kenegarawan yang bapak wariskan, konsisten dengan menaati konstitusi, kepresidenan dua periode tidak diperpanjang lagi. Dan terbukti bapak pun Khusnul khatimah dan regenerasi kepemimpinan nasional bisa terus berlanjut dan bertambah," ujarnya.
Warganet tak mau kalah, beberapa ada yang berkomentar terkait masa jabatan jika diperpanjang.
"Kalau ada pasti mau, siapa yang tidak senang dengan jabatannya diperpanjang, habis kontrak aja melanjutkan perpanjangan, lagu lama kaset baru pak," tulis @Ar***
"Kalau sekarang konstitusinya juga mau dirubah, membolehkan dengan tiga periode dengan alasan ekonomi coba aja lihat," tulis @Ras***
"Mau diperpanjang juga kaga ada gunanya kalau cuma mengarang lagu bikin album," tulis @arn***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng