- Seorang wanita muda di Samarinda menelantarkan bayi yang baru dilahirkannya.
- Sebelumnya, pelaku melahirkan dengan cara mandiri di kamar mandi rumahnya.
- Wanita tersebut sempat berusaha membungkam suara tangisan darah dagingnya.
SuaraKaltim.id - Seorang wanita muda berinisial AF (18) tega meninggalkan bayi yang baru dilahirkannya di kawasan Jalan Gerilya, Sungai Pinang, Samarinda.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam menjelaskan kronologi pengungkapan kasus penelantaran bayi yang bermula pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Aksarudin mengungkapkan jika AF melahirkan secara mandiri di kamar mandi rumah pelaku tanpa bantuan medis.
"Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, pelaku diduga mengalami kepanikan luar biasa sehingga berusaha membungkam suara tangisan darah dagingnya sendiri sebelum akhirnya meletakkan bayi malang itu di area terbuka tepat di samping rumah tinggalnya," kata Kapolsek, Sabtu (10/1/2026) dikutip dari Antara.
Aksarudin menyampaikan sebelumnya, warga yang dihebohkan dengan penemuan bayi yang masih merah itu dilaporkan ke pihak berwajib. Ketika itu, bayi menangis di tengah malam.
Menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk, tim Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang langsung melakukan respons dengan menggelar penyelidikan intensif serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan petunjuk awal.
Upaya kerja keras petugas kepolisian membuahkan hasil karena hanya berselang beberapa jam setelah penemuan atau tepatnya pukul 10.00 WITA di hari yang sama, pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan tanpa perlawanan di kediamannya sendiri.
Selain berhasil mengamankan terduga pelaku, petugas kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti krusial berupa pakaian yang dikenakan pelaku saat peristiwa persalinan dan penelantaran itu terjadi guna memperkuat berkas penyidikan.
"Kami menyayangkan terjadinya tindakan nekat ini karena seorang bayi sejatinya memiliki hak asasi mutlak untuk mendapatkan kasih sayang, perawatan, dan perlindungan penuh dari orang tuanya, bukan justru ditelantarkan di lingkungan yang berbahaya," ujar Aksarudin.
Saat ini, wanita muda tersebut masih menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam di Mapolsek Sungai Pinang untuk mengungkap motif utama di balik tindakannya serta untuk mengetahui kondisi psikologis yang bersangkutan pasca-melahirkan.
Akibat perbuatan tidak bertanggung jawab tersebut, AF terancam jeratan hukum Pasal 77B Jo Pasal 76B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan sanksi pidana bagi pelaku penelantaran yang mengakibatkan penderitaan fisik maupun psikis. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng