SuaraKaltim.id - Pegiat media sosial (Medsos) Helmi Faris kembali dengan statemennya. Kali ini, ia mengatakan, jika pembuat kekacauan di medsos itu disebabkan oleh kafir.
Pernyataan itu, ia sampaikan melalui akun Twitternya @Helmi_Felis pada Minggu (3/4/2022). Menurutnya orang-orang kafir adalah kunci pengacau medsos.
"Orang-orang kafir (yang jauh dan menutup diri dari Tuhan) selalu ingin mencela umat Islam. Wajar, karena merekalah setan manusia. Kafir adalah kunci. Merekalah pembuat kekacauan di Medsos saat ini," ujarnya, dikutip Senin (4/4/2022).
Kata kafir yang ia pahami, tidak hanya merujuk pada orang di luar Islam. Melainkan orang yang menutup dir dari Tuhan. Akibatnya, membuat toleransi rusak dan adu domba.
"Kafir bukan selalu orang di luar Islam. Kita berkali-kali dan bertahun-tahun bahas ini. Kafir berarti orang yang menutup dari Tuhan. Muslim juga dibilang kafir + munafik jika jauh dari Tuhan. Mereka ini yang rusak toleransi, adu domba antar umat bahkan beragama," katanya.
Baginya, kata Kafir sudah menjadi kata-kata yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Sehingga, ia melarang orang untuk anti dengan kata kafir.
"Jangan anti dengan kata Kafir. Kata itu sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dan kata itu, kata yang paling pas untuk mendeskripsikan manusia yang terlakant baik dunia maupun akhirat. Sekali lagi jangan anti pada kata, antilah dengan orang yang menjauh dan mengecilkan Tuhan," terangnya.
Melihat keterangan Helmi, membuat warganet ikut menanggapi cuitannya. Beberapa warganet kurang setuju dengan pernyataan Helmi yang mudah mengartikan kata kafir.
"Statement bapak justru bikin kacau, berarti bapak kafir. Emangnya bapak dekat Tuhan Yang Maha Benar? Kalau sudah dekat dengan Tuhan tidak ada kebencian di hati seseorang itu, omongannya juga menyejukkan. Semoga Tuhan merahmati engkau dengan pertobatan," tulis @mas***
Baca Juga: Viral Wanita Makan Nasi Padang Pakai Pisau dan Garpu, Publik Heran: Kalau Sahur Keburu Maghrib
"Anda merasa dekat dengan Tuhan? Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kenapa Anda yang merasa dekat dengan Tuhan tetapi tidak bisa bersikap kasih sayang? Bahkan cenderung menebar fitnah, kebencian dan provokasi?," tulis @sig***
"Urus kekafiran mu sendiri saja, kenapa urus kekafiran orang lain, untungnya apa buat mu," tulis @M_***
"Ngeri ya katanya beragama tapi di bulan Ramadhan tidak ada bedanya kebencian lebih dominan daripada agamanya," tulis @Pra***
Hingga berita ini selesai ditulis, cuitan @Helmi_Felis itu sudah disukai sebanyak 1,8 ribu kali dan dibaca sekaligus dibalas sebanyak 797 kali oleh warganet.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas