SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) bakal merevisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) di wilayahnya. Hal itu, seiring dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang lokasinya ditetapkan pada sebagian daerah ini.
Pemkab PPU mengaku perlu merevisi RTRW untuk menyesuaikan perencanaan pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku. Hal itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Sekretariat Daerah PPU Nicko Herlambang, belum lama ini.
"Perencanaan perubahan RTRW akan diatur secara spesifik, salah satunya kawasan pendidikan. Kawasan pendidikan rencananya akan ditetapkan di wilayah sisi utara, di Kelurahan Maridan dan Kelurahan Riko," sebutnya, dikutip Rabu (13/7/2022).
Kemudian, di wilayah selatan dekat Kantor Bupati PPU. Persisnya, di antara Kelurahan Nipah-Nipah dengan Kelurahan Lawe-Lawe.
Baca Juga: Jokowi Kunjungi IKN Nusantara 3 Bulan Sekali untuk Kasih Semangat dan Meyakinkan Progres Pembangunan
"Kawasan pendidikan direncanakan seluas antara 500 sampai 1.000 hektare," ucapnya.
Namun, katanya, kawasan tersebut tidak hanya difokuskan untuk pembangunan fasilitas pendidikan. Tetapi juga dapat pengembangan sektor lainnya.
Ia menegaskan, Pemkab PPU telah mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk kajian revisi RTRW tersebut.
"Tidak disebutkan besaran bantuan keuangan yang diajukan," ujarnya.
Lebih lanjut katanya, Pemkab PPU bakal melakukan penyusunan perubahan RTRW pada 2023 nanti. Yakni, dengan melibatkan perguruan tinggi.
Baca Juga: Pengembangan Lahan Istana Presiden di Ibu Kota Baru Akan Dilakukan Agustus 2022
"Kami sudah komunikasi dengan Universitas Gunadarma dan Universitas Parahyangan untuk perubahan RTRW," katanya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Presiden Prabowo Pakai Dana Haji untuk Lanjutkan Bangun IKN
-
Cek Fakta: Gibran Sebut Pemerintah Tak Sengaja Pakai Dana Haji, jadi Tidak Berdosa
-
Cek Fakta: Budi Arie Sebut Pemerintah Pakai Dana Haji Rp700 Triliun untuk IKN
-
Momen Lawas Gibran Panik Ditanya Anak SMK soal IKN Viral Lagi, Warganet: Jadi Trauma Diskusi?
-
Soal jika Ada Warga Korban Gusuran Proyek IKN Tak Sepakat Nilai Ganti Rugi, Begini Kata Pejabat OIKN
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan
-
Peringatan BMKG: Waspadai Dampak Pasang Laut di Pesisir Kaltim pada 2 April 2025
-
Sinergi DPRD dan Pemkab PPU, Stunting Berkurang Hingga 11,55 Persen