SuaraKaltim.id - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto mengungkapkan, meski belum ada kasus penularan penyakit cacar monyet atau monkeypoc di Indonesia, namun pemerintah terus melakukan pemantauan.
"pemerintah terus memantau secara intensif perkembangan penyakit ini," katanya, Sabtu.
Pasalnya, penyakit cacar monyet atau monkeypox saat ini sudah menyebar di banyak negara termasuk negara-negara di kawasan Asia.
Agus menjelaskan bahwa sistem mitigasi untuk mencegah masuknya penyakit ini sudah berjalan dengan baik.
Baca Juga: Ridwan Kamil: Bangsa Ini Kalau Terus Bertengkar Tidak Akan Berkembang dan Produktif
"Sistem surveilans telah diaktifkan di seluruh pintu masuk ke wilayah Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan terus melakukan pemeriksaan setiap pelaku perjalanan yang datang dari negara-negara dengan kasus penularan cacar monyet," katanya.
Selain itu, dirinya menyebut fasilitas laboratorium juga telah disiapkan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi cacar monyet, termasuk melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi virus penyebab penyakit tersebut.
"Pemerintah juga sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi lainnya guna merespons perkembangan penyakit cacar monyet," katanya.
Sementara itu, Agus juga kembali mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif mengenai penyakit cacar monyet guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.
"Sosialisasi dan edukasi mengenai penyakit ini kepada masyarakat harus terus digencarkan, dengan demikian masyarakat juga dapat mengetahui mengenai penyakit cacar monyet, cara pencegahan, cara penularan dan cara penanganan," katanya.
Baca Juga: Jelang Laga Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam, Suporter Padati Stadion Maguwoharjo
Agus juga mengungkapkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan masukan dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang mendorong untuk segera membentuk satuan tugas atau satgas untuk menangani kasus infeksi cacar monyet atau monkeypox.
"Masukan dari Ketua MPR RI yang mendorong agar pemerintah segera membentuk satuan tugas untuk menangani kasus cacar monyet sangat diperhatikan, perkembangan epidemiologi dan eskalasi kasus monkeypox juga terus diperhatikan dan dipantau," katanya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan pemerintah perlu segera membentuk satuan tugas untuk menangani kasus cacar monyet mengingat kasus monkeypox sudah teridentifikasi di beberapa negara.
Bambang juga meminta kepada pemerintah untuk bekerja sama dengan pihak terkait agar memperluas dan memperketat penapisan di setiap pintu masuk, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga pos lintas batas darat negara (PLBDN). (Antara)
Berita Terkait
-
Pindah ke Borussia Monchengladbach, Kevin Diks Bisa Main di Liga Champions Musim Depan
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
-
Faktor yang Bikin Evandra Florasta Layak Jadi Man of the Match saat Hancurkan Korsel U-17
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN