SuaraKaltim.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui stasiun di Kota Balikpapan mendeteksi adanya 14 titik panas tersebar di 4 kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Disebutkan bahwa, semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah. Hal itu disampaikan Prakirawan Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Ilham Rosihan Fachturoni belum lama ini.
"Ke-14 titik panas tersebut terpantau pada Selasa (9/8) mulai pukul 01.00 hingga pukul 24.00 wita," ujarnya, dikutip Kamis (11/8/2022).
Ia mengaku, ke-14 titik panas itu langsung ia informasikan ke pihak terkait. Terutama, kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun kabupaten di provinsi itu agar mendapat penanganan lebih lanjut.
Ia menegaskan, 2 hari sebelumnya pihaknya juga mendeteksi adanya 33 titik panas yang tersebar pada 6 kabupaten dan langsung diinformasikan kepada pihak terkait.
Sehingga titik panas tersebut langsung ditangani dan sudah hilang. Sedangkan, 14 titik panas yang terdeteksi ini terjadi di lokasi yang berbeda.
"Empat kbupaten yang terdeteksi 14 titik panas itu adalah di Kabupaten Paser ada 2 titik, Kutai Barat 4 titik, Kutai Timur 2 titik, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 6 titik," katanya.
Sedangkan rincian per kabupaten adalah untuk 4 titik panas di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tersebar di 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Penyinggahan ada 2 titik, Linggang Bigung dan Kecamatan Muara Pahu masing-masing ada 1 titik.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang terdeteksi 6 titik panas. Semuanya berada di Kecamatan Muara Wis dengan tingkat kepercayaan menengah.
Baca Juga: Berada di Lokasi Berbeda dari Sebelumnya, 26 Titik Panas Baru Ditemukan di Bumi Mulawarman
Sedangkan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tersebar di 2 kecamatan. Yakni Kecamatan Teluk Pandan dan Kecamatan Kaubun masing-masing satu titik.
"Dua titik juga terdeteksi di Kabupaten Paser, yakni di Kecamatan Batu Sopang dan keduanya memiliki tingkat kepercayaan menengah," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus
-
Minta Maaf, Ajudan Gubernur Kaltim yang Dinilai Arogan Tetap Diperiksa