Eko Faizin
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:28 WIB
Ilustrasi bekantan kalimantan. [Antara]
Baca 10 detik
  • Empat bocah di Samarinda Utara melaporkan penemuan seekor bekantan kepada BKSDA Kaltim pada tanggal 17 Oktober 2026.
  • Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto memberikan apresiasi tinggi atas tindakan cepat tanggap anak-anak dalam menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.
  • Petugas berhasil mengevakuasi seekor bekantan jantan remaja yang kini sedang menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dilepasliarkan.

SuaraKaltim.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim) memberikan apresiasi terhadap aksi empat bocah berusia 10-13 tahun di Samarinda yang berhasil menyelamatkan seekor bekantan.

Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyatakan aksi penyelamatan satwa endemik itu bermula ketika Aldo bersama 3 rekannya menemukan seekor bekantan kalimantan di area belakang rumah warga.

"Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar bukan masalah batasan usia melainkan tentang rasa kepedulian serta tindakan nyata," katanya, Sabtu (24/10/2026).

Keempat anak yang melihat keberadaan satwa liar dilindungi tersebut kemudian segera mengambil langkah tepat dengan melaporkannya ke Call Center BKSDA Kaltim.

"Langkah cepat anak-anak tersebut sangat tepat sehingga satwa langka terancam punah ini dapat segera dievakuasi petugas," ujar Ari.

Menindaklanjuti laporan warga cilik tersebut, Tim Seksi KSDA Wilayah II Tenggarong langsung bergerak menuju ke lokasi penemuan di wilayah Samarinda Utara.

Petugas secara resmi menerima penyerahan seekor bekantan jantan berukuran remaja dalam kondisi kesehatan yang sangat baik pada 17 Oktober 2026.

"Kehadiran anak-anak hebat ini mengajarkan kita semua bahwa upaya menjaga kelestarian alam bisa dimulai sejak dini," tutur Ari.

Inisiatif empat bocah Samarinda tersebut menjadi contoh teladan masyarakat dalam mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan Kalimantan.

BKSDA Kaltim mengimbau seluruh lapisan warga untuk meniru kepedulian anak-anak tersebut dengan tidak memelihara maupun memburu satwa liar yang dilindungi.

"Semoga aksi inspiratif ini dapat menggugah kesadaran masyarakat luas untuk ikut serta menjaga kelestarian satwa liar," ucap Ari.

Bekantan jantan remaja yang telah dievakuasi petugas selanjutnya menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan serta pemantauan perilaku sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya.

Masyarakat yang menemukan atau melihat keberadaan satwa liar dilindungi diimbau untuk segera menghubungi saluran siaga Call Center BKSDA Kaltim.

"Sinergi serta kepedulian aktif seluruh elemen warga merupakan kunci utama keberhasilan menjaga keberlanjutan ekosistem alam," tegas Ari. (Antara)

Load More