- Dinas Kesehatan Kaltim menyiagakan seluruh puskesmas di Balikpapan dan Samarinda untuk menangani tingginya kasus ISPA per 17 Oktober 2026.
- Puskesmas mempercepat deteksi dini, memobilisasi logistik medis, serta menginstruksikan tenaga kesehatan memberi perhatian khusus bagi balita dan lansia.
- Langkah terpadu tersebut diharapkan mampu menekan angka komplikasi paru dan menjaga ketahanan pernapasan warga perkotaan.
SuaraKaltim.id - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) menyiagakan seluruh jaringan pusat kesehatan masyarakat guna mengoptimalkan penanganan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Balikpapan dan Samarinda.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak menyampaikan berdasarkan data, kasus ISPA Kaltim dari Januari hingga 16 Oktober 2026, Balikpapan mencatatkan angka tertinggi sebesar 91.895 kasus, disusul Samarinda sebanyak 65.982 kasus.
"Puskesmas di dua pusat perkotaan tersebut disiapkerjakan untuk mempercepat deteksi dini serta pelayanan kesehatan paru bagi warga," katanya, Sabtu (17/10/2026).
Andi menjelaskan, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dasar ditempuh merespons tingginya akumulasi temuan kasus pernapasan yang terpusat di kawasan padat penduduk hingga pekan ke-40 tahun 2026.
"Kepadatan populasi, mobilitas transportasi yang tinggi, serta dinamika industri menjadi pemicu utama melonjaknya angka paparan ISPA di area perkotaan," ujarnya.
Dinas Kesehatan Kaltim telah memobilisasi ketersediaan stok obat-obatan, tabung oksigen, serta alat pelindung diri secara merata di seluruh unit puskesmas Balikpapan dan Samarinda.
Penguatan kapasitas tenaga medis dan tim surveilans cepat juga terus ditingkatkan untuk memantau pergerakan tren penyakit secara berkala dari tingkat kelurahan.
"Kami juga menginstruksikan tenaga kesehatan puskesmas untuk memberikan perhatian ekstra kepada kelompok rentan seperti balita dan lansia," tutur Andi.
Selain penanganan klinis, jaringan puskesmas gencar mengedukasi masyarakat mengenai penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya penggunaan masker saat berada di luar ruangan.
Warga yang mengalami gejala batuk, sesak napas atau demam diimbau untuk segera mendatangi puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat secara gratis.
"Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar gangguan pernapasan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat," ucap Andi.
Pemprov Kaltim terus mempererat sinergi bersama pemerintah kota dalam menjaga keandalan fasilitas kesehatan dan kecukupan logistik medis.
Langkah terpadu ini diharapkan dapat menekan angka komplikasi paru serta menjaga ketahanan pernapasan masyarakat di wilayah pusat pertumbuhan ekonomi Kaltim.
"Komitmen utama kami adalah memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan warga Kaltim," tegas Andi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas
-
Evakuasi Bayi Orang Utan Lemas di Kutai Timur usai Induk Diterkam Buaya
-
DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan
-
Balita di Samarinda Meninggal Sesak Napas saat Kabut Asap Karhutla
-
Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik