- Dinas Kesehatan Kaltim mengingatkan potensi lonjakan kasus ISPA, diare, dan DBD saat musim kemarau pada Kamis (8/10/2026).
- Keterbatasan air bersih serta tingginya debu akibat kemarau menjadi faktor pemicu utama timbulnya gangguan kesehatan masyarakat tersebut.
- Fasilitas kesehatan di sepuluh kabupaten kota diminta siaga, sementara warga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
SuaraKaltim.id - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan warganya untuk waspada ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan demam berdarah dengue (DBD) saat musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan bahwa tiga jenis penyakit menular tersebut berpotensi mengalami lonjakan kasus secara signifikan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Keterbatasan akses air bersih serta tingginya paparan debu menjadi faktor pemicu utama timbulnya berbagai gangguan kesehatan masyarakat," katanya, Kamis (8/10/2026).
Andi menjelaskan bahwa tiga jenis penyakit menular tersebut berpotensi mengalami lonjakan kasus secara signifikan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Berdasarkan pemetaan risiko kesehatan daerah, kebiasaan warga menampung air selama kekeringan rentan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pemicu demam berdarah.
"Masyarakat diminta rutin menerapkan Gerakan 3M Plus dengan menguras, menutup tempat penampungan air, serta menaburkan bubuk larvasida secara teratur," ujar dia.
Selain ancaman demam berdarah, keterbatasan pasokan air bersih juga berpotensi menurunkan higiene lingkungan hingga mempercepat penularan kuman penyakit diare.
Dinas Kesehatan Kaltim menekankan pentingnya membiasakan perilaku cuci tangan memakai sabun serta memastikan air minum direbus hingga mendidih sempurna sebelum dikonsumsi.
"Konsumsi air bersih yang terjamin higienis menjadi benteng pertahanan utama guna melindungi sistem pencernaan keluarga dari kuman diare," tutur Andi.
Sementara itu, kondisi cuaca panas kering, peningkatan debu jalanan, dan potensi kabut asap kebakaran lahan menjadi pemicu utama kenaikan kasus ISPA.
Masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, membatasi kegiatan fisik berlebihan, serta mencukupi asupan konsumsi air putih.
"Penggunaan masker sangat efektif melindungi saluran pernapasan dari iritasi debu pekat serta paparan partikel berbahaya di udara terbuka," kata Andi.
Jajaran fasilitas pelayanan kesehatan di sepuluh kabupaten kota se-Kalimantan Timur diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan logistik obat-obatan serta pemantauan kasus mingguan.
Masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan medis dan segera mendatangi puskesmas terdekat apabila anggota keluarga mengalami gejala demam tinggi atau sesak.
"Sinergi dan kesadaran bersama menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama menjaga ketahanan kesehatan keluarga," tegas Andi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Warga Kaltim Diminta Waspada Sakit ISPA dan Demam Berdarah
-
Dukung Gelaran MotoGP Mandalika Berkelanjutan, BRI Perkuat Waste Management Melalui BRI Peduli
-
BRI dan KPK Bersinergi Cetak Penyuluh Antikorupsi
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim