SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai ancang-ancang tidak lagi mengatur waktu operasional pengisian BBM solar bersubsidi. Rencana itu diprediksi akan diterapkan pada September 2022 mendatang.
Pertimbangan tersebut dilakukan karena seluruh SPBU di Kota Bontang sudah menerapkan fuel card. Kasi Angkutan Umum Dishub Bontang, Welly Sakius mengatakan, kebijakan itu pastinya mengikuti alternatif memecah antrean yang mengular.
Apalagi, dalam kebijakan fuel card sudah mengatur pembatasan jumlah pembelian dengan jenis masing-masing kendaraan.
Diketahui ada sekira 5 SPBU yang berada di Bontang sudah menerapkan sistem fuel card. Di antaranya SPBU Kopkar PKT, SPBU Akawy, SPBU Tanjung Laut, SPBU Kilometer 3, dan nanti akan disusul SPBU terakhir yang berada di Kilometer 8 Poros Bontang - Samarinda.
"Kalau semua sudah berlaku fuel card. Jadi kebijakan untuk jam mengantre bisa saja dicabut. Jadi truk bisa antre sejak pagi tergantung ketersediaan solarnya," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (24/8/2022).
Untuk mengambil keputusan itu, harus mendapat persetujuan dari beberapa instansi hingga PT Pertamina. Tercatat saat ini pemilik fuel card khusus di Bontang ada 800 kartu.
Menurutnya, strategi diawal jadwal pelayanan pukul 14.00 Wita yang beraku saat ini bertujuan memecah antrean. Jika seluruh truk sudah memegang kartu, artinya tidak lagi memberikan dampak pada antrean walaupun pelayanan dimulai sejak pagi.
"Fuel card ini bisa mengurai antrean mengular. Tetapi kalau jam operasionalnya sama kan tetap aja. Kartu ini lah pembatasan volume pembelian solar subsidinya," pungkasnya.
Baca Juga: Cek Syarat Naik Pesawat Terbaru Agustus 2022 Sesuai SE Menhub
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau
-
Kabar Rudy Mas'ud ke Singapura saat Kaltim Dilanda Kabut Asap, Pemprov Minta Maaf
-
Viral Gubernur Rudy Mas'ud di Singapura saat Karhutla, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Rudy Mas'ud Viral Lagi, Kali Ini Kedapatan di Singapura saat Kaltim Karhutla