SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan harus menunda untuk kesekian kalinya terkait pengosongan lahan di wilayah RT 16, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat.
Jika sesuai rencana sebelumnya, maka Kamis (1/9/2022) waktunya Pemkot mengeksekusi lahan untuk Rumah Sakit Tipe C itu, yang sebagian masih dihuni warga.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud menjelaskan, penundaan tersebut demi mencari jalan keluar yang lebih baik. Meskipun lahan seluas 5.100 persegi itu merupakan aset Pemkot, ia ingin memberikan solusi yang sama-sama menguntungkan.
"Kita lihat dulu kondisinya. Memang kita harus tunda, karena kita terus bernegosiasi berkomunikasi dengan warga. Ayo diperlukan kesadaran kalian, bongkar saja sendiri daripada harus dibongkar. Jauh lebih baik kalau ada kesadaran," ujarnya, dikutip Kamis (1/9/2022).
Ditambahkan orang nomor satu Kota Minyak itu bahwa Pemkot Balikpapan memberikan waktu kepada warga untuk mengosongkan lahan yang akan dibangun Rumah Sakit tipe C tersebut. Pemkot tak ingin dianggap bertindak sewenang-wenang dengan melakukan pembongkaran.
"Kita akan kasih batas waktu. Tidak etis dan elok kalau pemerintah bongkar secara paksa walau itu lahan pemkot. Apalagi saya sebagai walikota, sebagai warga Kampung Baru juga. Di sana saudara kita semua," tambahnya.
Selain itu ia mengingatkan, kepada warga terkait amal jariyah yang akan didapatkan. Bangunan yang berdiri nantinya merupakan fasilitas kesehatan yang bisa melayani warga Balikpapan. Pelayanan publik itu akan mendapatkan manfaat yang besar.
"Kita sampaikan mereka, bahwa yang dibangun ini rumah sakit dan bisa menjadi amal jariyah untuk kalian. Kalau terbangun itu kan fasilitas umum, kalau memang lahannya (warga) kan diwakafkan jadi amal jariyah. Pemerintah jadi ganti rugi kan, ada kompensasi. Apalagi bukan punya kalian tetap jadi amal jariyah kalau kalian ikhlas. Artinya jangan sampai ada benturan lah," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Zulkifli menjelaskan penundaan tersebut berdasarkan keinginan dari warga yang menyampaikan ke Wali Kota keinginan mereka untuk membongkar sendiri.
Baca Juga: Bocah 4 Tahun Dilarikan ke RSHS Usai Tersambar Kilatan Api dari Tabung Gas Melon yang Bocor
"Mereka meminta batas waktu sampai 10 September. Maka kita lihat perkembangan sampai dengan tanggal 10 September ini mudah-mudahan semuanya dengan penuh kesadaran kooperatif dengan pemerintah bisa membongkar sendiri, itu harapan kami," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga sudah mengeluarkan dan menyurati warga agar mempersilahkan segera mengambil dana santunan yang sudah disiapkan Pemkot Balikpapan melalui RS Sayang Ibu.
"Itu harapan kami. Agar tidak perlu ada keterpaksaan. Untuk gugatan silahkan tetap berjalan nanti pengadilan yang memutuskan sampai inkrah. Kan membuktikan kepemilikan masing-masing. Kita negara hukum kalau sudah gugat ke pengadilan tidak perlu lah untuk ada cara cara lain untuk menghalangi program pemerintah," jelasnya.
Kontributor: Arif Fadillah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka