SuaraKaltim.id - Viralnya video asusila sesama jenis yang diduga merupakan salah satu mahasiswa di Banjarmasin, berujung laporan polisi. AS salah satu pemuda di dalam video tersebut melaporkan ke Diskrimsus Polda Kalsel.
Laporan tersebut sudah masuk pada tanggal 14 September 2022 di Diskrimsus Polda Kalsel dan masih dalam proses penyelidikan serta pendalaman.
Berdasarkan keterangan dari Plt Kasubdit V Siber Diskrimsus Polda Kalsel AKP Kamarudin pada Kamis (22/9/2022), pelapor yang bersangkutan mengaku dalam keadaan mabuk. Kemudian, tidak tahu kalau direkam oleh terlapor.
Sementara itu, untuk diketahui modus terlapor menyebarkan video tersebut ke media sosial (Medsos) adalah karena terlapor merasa sakit hati kepada pelapor AS.
“Adapun modus sementara pelaku merekam kejadian itu dan menyebarkan video asusila ini untuk dijadikan bahan, agar si pelapor AS masih terikat dengan si terlapor,” katanya, melansir dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com.
“Pelaku merasa sakit hati, karena beberapa kali si pelapor dihubungi oleh terlapor ini tidak merespon jadi sakit hati,” tambahnya.
Saat ini pihak kepolisian dari diskrimsus Polda Kalsel masih melakukan proses penyelidikan. Dengan mengumpulkan keterangan saksi dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Ia juga mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan menelusuri keberadaan terlapor dan berusaha untuk melakukan pendekatan kepada keluarga terlapor.
“Kita masih mengidentifikasi keberadaan pelaku, karena kita mengupayakan menemui pihak keluarga dari pelaku supaya secara kooperatif mendatangi kita untuk dimintai keterangan,” tandasnya.
Baca Juga: Identitas Pelaku Video Mesum Berbaju Adat Bali Terungkap, Ternyata Warga Denpasar
Sebelumnya, video yang menampilkan adegan mesum sesam jenis tersebut pertama kali diunggah oleh akun Twitter @SulXXX150525XXX yang diduga adalah akun dari Terlapor.
Video tersebut sebenarnya dibuat pada bulan Mei 2022, tetapi baru beredar pada beberapa hari terakhir di medsos.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Rabu 25 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Selasa 24 Februari 2026
-
Bos Tambang Batu Bara di Kaltim Ditahan, Disebut Rugikan Negara Rp500 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026