SuaraKaltim.id - Akhir 2022 diperkirakan kondisi cuaca cenderung buruk. Dengan begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta nelayan untuk berhati-hati saat melaut.
Hal itu disampaikan Kepala BPBD Bontang Zainuddin. Ia mengatakan, paling tidak saat melaut nelayan diwajibkan untuk menyiapkan pelampung pribadi.
Tujuannya, jika sewaktu-waktu terjadi kemungkinan buruk diterjang ombak, nelayan bisa melakukan evakuasi diri secara pribadi.
"Cuaca dari November hingga Desember 2022 cenderung buruk. Kondisi ombak juga relatif tinggi. Nelayan diminta waspada," katanya saat dikonfirmasi, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Senin (7/11/2022).
Ia melanjutkan, paling tidak nelayan jangan sendiri untuk pergi melaut. Kemudian ia meminta agar para nelayan membawa jeriken kosong.
Menurutnya, barang tersebut bisa saja dibutuhkan saat kondisi darurat. Pasalnya berkaca dari kejadian kemarin Sabtu (4/11/2022) sore, nelayan paruh baya yang hanyut dan terdampar di atas laut selama 5 jam hanya menggunakan termos untuk bertahan.
"Jangan sampai ada lagi korban jiwa. Kami terus meminta nelayan mementingkan keselamatan mereka," lugasnya.
Untuk diketahui, pada hari Senin ini, cuaca di Kota Taman diperkirakan pagi sampai siang hari berawan.
Lalu, di malam sampai dini hari akaun mengalami hujan ringan. Untuk suhu di kota tersebut, berada di rentang angka 24 sampai 29 derajat Celcius.
Baca Juga: Haru Banget! Lelaki Ini Berhasil Kuliahkan Anak ke Perguruan TInggi dari Hasil Jadi Nelayan
Tingkat kelembapan di Bontang juga terbilang cukup tinggi. Yakni, dari 70 sampai 100 persen.
Berita Terkait
-
Kumpulkan Sampah Plastik Sambil Melaut, Nelayan Pesisir Anyer Terbantu dengan Pengolahan Sampah Jadi Bensin
-
Mantan Polisi Ngaku Setor Rp6 Miliar ke Kabareskrim untuk Tambang Ilegal, Aktivis KMS Kaltim Desak Polri Direformasi
-
4 Bangunan di Tanjung Laut Terbakar Api, Kerugian Ditaksir hingga Ratusan Juta
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Orang Utan Kalimantan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla Akhirnya Mati
-
BKSDA Kaltim Evakuasi 11 Orang Utan dari Ancaman Karhutla Samboja
-
Laba BRI Tumbuh 17,5%, Sejumlah Analis Beri Rekomendasi Buy untuk Saham BBRI
-
Kabut Asap, Gubernur Kalteng Kumpulkan ASN Gelar Apel Penanganan Karhutla
-
Kabut Asap Tebal, Warga di Pangkalan Bun Rasakan Sesak dan Batuk