- Tiga orangutan Kalimantan berhasil diselamatkan dari hutan di Bengalon.
- Ketiganya terdiri dari orangutan indukan betina dan dua anak kembar.
- Orangutan ini dipindahkan ke lokasi tak jauh dari tempat awal ditemukan.
SuaraKaltim.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur (BKSDA Kaltim) bersama Conservation Action Network (CAN) menyelamatkan orangutan kalimantan.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyatakan orangutan tersebut dievakuasi bersama bayi kembarnya dalam kondisi sehat, yang sebelumnya ditemukan di Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
"Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengutamakan keselamatan satwa, serta memastikan induk dan kedua anaknya tetap bersama. Ketiganya kemudian dipindahkan ke lokasi tak jauh dari tempat awal ditemukan," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).
Lokasi penemuan awal sekaligus titik penyelamatan berada di Peredau, Bengalon, kawasan terpisah namun masih dalam lanskap perusahaan perkebunan yang tetap mempertahankan biodivisitas hutan, yakni area High Conservation Values (HCV) atau Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT).
Sebelumnya dilaporkan ada satu induk orangutan ditemukan berjuang menjaga kedua anaknya. Keberadaan mereka yang sempat turun ke tanah menjadi tanda bahwa habitat ini tidak lagi sepenuhnya aman karena ruang hidup mereka yang terbatas.
Untuk itu pada 15 Februari 2025 pihaknya bersama CAN dan pihak terkait kemudian menyelamatkan, mengevakuasi, hingga mengecek kesehatan orangutan betina dan kedua anaknya tersebut. Ia bersyukur karena ketiganya dalam kondisi sehat.
"Proses penyelamatan dilakukan mulai pagi, pengamatan memang sudah dilakukan dari sehari sebelumnya, yakni ketika individu orangutan diketahui membuat sarang, sehingga teman-teman sudah tahu pohon yang dijadikan sarangnya mereka," katanya.
Dalam pemeriksaan kesehatan dan lainnya, ia mengaku tidak bisa melakukan secara detail untuk menjaga keselamatan individu orangutan, terutama dua bayinya, sehingga cukup memastikan kondisinya sehat yang memungkinkan hidup di hutan alami.
Selanjutnya tim melakukan pelepasliaran pada lokasi hutan terdekat,yakni di HCV perusahaan perkebunan, jaraknya sekitar setengah jam perjalanan darat dari penemuan awal.
Berdasarkan kajian, lanjut ia, HCV milik perusahaan ini masih layak untuk dilakukan pelepasliaran, yakni layak dari sisi fisik, biologi, maupun sosial, termasuk dari kerapatan hutan dan lainnya.
Ia menyebut orangutan yang diselamatkan ini merupakan induk dan anak yang sudah lelah di habitat terfragmentasi dengan berbagai keterbatasan baik pakan, air, dan sebagainya, sehingga keselamatan mereka menjadi prioritas tim penyelamat.
"Kami tidak bisa melepaskan di lokasi hutan yang lebih luas lagi atau hutan yang lebih jauh, khawatir dengan keselamatan mereka, jadi kami pilih yang paling dekat, sehingga tim juga bisa melakukan pemantauan di situ. Pemantauan juga akan melibatkan perusahaan pemilik areal HCV itu," tegas Ari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini