SuaraKaltim.id - Sejumlah peserta didik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bontang, Kalimantan Timur terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar dengan duduk melantai.
Hal tersebut lantaran sekolah mereka kekurangan 6 ruang kelas untuk peserta didik sejak 2017 lalu.
Pihak sekolah pun mengkondisikan beberapa ruangan yang ada di sekolah tersebut untuk menjadi kelas darurat.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang Riyanto mengatakan bahwa pihaknya sudah hampir setiap tahun mengajukan bantuan kelas baru.
Namun, permintaan tersebut hingga saat ini masih belum bisa terealisasi.
Sehingga pihaknya mengubah fasilitas ruangan laboratorium hingga aula menjadi kelas belajar guna menampung rombongan belajar (rombel) yang tidak kebagian kelas.
Dari pantauan Klik Kaltim, terdapat dua kelas yang dijadikan satu di dalam gedung serbaguna. Dua rombel itu hanya dipisahkan menggunakan papan.
"Jadi memang setiap tahun saat menjadi sekolah rujukan minimal harus punya 24 rombel. Setiap tahun kita tambah dari jumlah awal hanya 18 saja," kata Riyanto melansir KlikKaltim.com jejaring suara.com, Jumat (11/11/2022).
Menurut Riyanto, kajian dan estimasi anggaran untuk penambahan kelas baru sudah disusun dan tinggal eksekusi dari pemerintah saja.
Baca Juga: Disdik Medan Biasakan Guru PAUD dan PNF Susun Program Pembelajaran Berbasis IT
Selain ruang kelas, kata Riyanto, SMP Negeri 1 Bontang juga membutuhkan ruangan untuk gudang. Saat ini banyak buku yang disimpan di luar kelas atau tertumpuk ke satu tempat dan tidak bisa diakomodir di bangunan lama gudang.
"Kami gunakan sistem gantian. Jadi kalau ada siswa yang belajar di lab akan ditukar ruangannya," katanya
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Saparudin mengatakan, usulan untuk DAK sebanyak Rp 4 Miliar.
Tetapi, untuk SMP Negeri 1 belum bisa direalisasikan karena setelah disurvei menggunakan peta satelit, tidak ada lahan baru yang bisa digunakan untuk membangun gedung baru.
"Yang ada mereka mau bongkar gedung baru bangun baru. Nah berdasarkan Dapodik tidak bisa. Jadi setelah disurvei gagal ada alokasi masuk ke sana," kata Saparudin.
Lebih lanjut, Pemkot Bontang akan mengusahakan mencari alternatif anggaran lain untuk mengakomodir penambahan ruang kelas.
Berita Terkait
-
Disdik Medan Biasakan Guru PAUD dan PNF Susun Program Pembelajaran Berbasis IT
-
Berkelas, di Bogor ada Pencucian Mobil Menyediakan Pojok Literasi
-
Antrean Panjang Truk di SPBU Bontang, Welly Sebut Berasal dari Luar Daerah
-
4 Anime yang Bikin Belajar IPA Jadi Seru dan Mudah!
-
Rencana Relokasi SDN Pondokcina 1 Berimbas ke KBM Siswa, Disdik Diminta Cari Solusi
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat