SuaraKaltim.id - Gesang Arifiyanto. Sudah bermukim 20 tahun di sungai Margo Mulyo, Balikpapan Barat. Sungai itu merupakan terusan dari Teluk Balikpapan. Nantinya bermuara ke teluk. Banyak hutan mangrove. Selama itu juga Gesang menggantungkan hidup di sungai Margo Mulyo sebagai nelayan udang pancing.
Udang yang memang dijadikan umpan memancing. Warnanya putih, dan ukuran udang tersebut memang cukup kecil. Berbeda dengan udang ternak atau budidaya yang memang untuk dikonsumsi.
Selama jadi nelayan, beberapa tahun terakhir ini Gesang mulai gelisah. Lantaran tangkapan sudah mulai berkurang. Ihwalnya banyaknya sampah di sungai. Maka mau tidak mau dia mesti mengangkat sampah tersebut sebelum menjaring udang. Setelah dipinggirkan, baru dia bisa bisa menjaring udang.
"Kebanyakan memang sampah plastik. Baik itu botol-botol bekas minuman. Sampai sampah plastik yang dari kemasan makanan ringan. Jadinya percuma kita pinggirkan, terus mancing di situ lagi. Setiap hari. Jadinya tidak tuntas solusinya," ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Imsak untuk Wilayah Balikpapan, Samarinda dan Bontang Jumat 31 Maret 2023
Sampah-sampah tersebut kemudian dibersihkan Gesang bersama nelayan lainnya. Ketika dikumpulkan, sampah kemudian dipilah. Dikumpulkan kemudian dijual ke penerima sampah melalui startup Cirowaste. Sementara sampah botol plastik dia kumpulkan dan dibuat menjadi perahu atau rakit.
"Kenapa saya jadikan rakit, itu karena saya berusaha mengangkat di Muara Margomulyo ini jadi area wisata yang memperhatikan lingkungan. Adanya rakit nanti memudahkan untuk menyusuri sungai Muara Margomulyo," ujar Gesang.
Rakit tersebut dibuat dengan gotong royong. Satu rakit membutuhkan waktu sebulan diselesaikan. Berbekal otodidak rakit terbuat dari botol itu dipadukan dengan kayu bambu agar bisa terapung. Ukuran satu rakit bisa menampung hingga lima orang dewasa.
"Kita dibantu dengan teman-teman. Kita cari tambahan di darat, teman-teman banyak kerja di darat. Ekowisata, wisata edukasi, dan wisata alam bisa di sini," kata pria yang pernah berprofesi sebagai penjahit ini.
Gesang sudah menjalani aktifitas barunya ini bersama nelayan lainnya. Dalam seharinya sampah bisa didapatkan seberat 15 hingga 20 kilogram. Mereka juga menyediakan bank sampah. Tak hanya sampah di laut, bank sampah itu juga menampung sampah dari warga sekitar.
Baca Juga: Hikayat Nasib Pesut di Ujung Maut
"Setidaknya bisa ada tambahan juga untuk warga sekitar. Khususnya ibu-ibu yang bisa berikan uang jajan untuk anaknya," jelasnya.
Memang butuh perjuangan untuk mengampanyekan peduli sampah di laut. Mengingat muara Margomulyo berdampingan dengan pemukiman warga. Sehingga tak jarang, warga masih membuang sampah ke Muara Margomulyo.
"Butuh perjuangan. Dahulu banyak memang masyarakat yang melemparkan sampah ke laut. Sudah kita beritahu, jangan lempar ke laut, tapi buang ke tempat sampah. Saya buat tempat sampah ke tiap rumah sehingga mereka bisa buang disitu. Sekarang sudah tidak ada sampah, kalau dulu sudah bercampur campur," tegasnya.
Tak banyak harapan yang diinginkan Gesang. Adanya pasukan pembersih sampah laut sangat diperlukan, walau memang membutuhkan waktu yang lama. Mengingat di Balikpapan sebagian besar permukiman berada di pesisir Teluk Balikpapan.Seperti halnya di darat ada pasukan oranye. "Di laut mesti ada juga pasukan biru," jelasnya.
Kontributor: Arif Fadillah
Berita Terkait
-
Ubah Limbah Jadi Berkah, Inovasi Pengelolaan Sampah Ini Sukses Go International
-
Geger! Jasad Bayi Ditemukan di Tumpukan Sampah Tanah Abang, Terbungkus Handuk Pink!
-
Kumpulkan Gadget Bekas untuk Jaga Bumi, Solusi Mudah Daur Ulang E-Waste
-
Inovasi Pengelolaan Sampah Plastik: Sucofindo-Containder Teken MoU untuk Solusi Berkelanjutan
-
Maluku Utara Siap Ekspor Sampah Plastik, Jadi Penghasilan untuk Masyarakat
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN