SuaraKaltim.id - Spanduk membentang di perumahan Griya Permata Asri jalan Cisadane Balikpapan. Spanduk itu bertuliskan "Tolong Kami Wali Kota Balikpapan dan pihak-pihak terkait, tolong selesaikan masalah kami, kami tidak perlu janji-janji, tapi kami perlu bukti nyata".
Ya, spanduk itu bentuk protes warga yang rumahnya terendam banjir. Sudah tiga bulan terakhir ini Heri hanya bisa meratapi nasib rumahnya yang terndam banjir. Rumah yang dia beli dengan harga ratusan juta rupiah itu dipenuhi dengan air limbah.
Warga RT 52 Perumahan Griya Permata Asri (GPA) Balikpapan itu sangat kecewa dengan reaksi Pemerintah Kota Balikpapan terkait masalah drainase.
"Sekarang sudah setinggi leher orang dewasa. Mulanya ketinggian air hanya sepinggang orang dewasa. Sampai sekarang tidak ada yang mempedulikan kami," katanya, Sabtu (09/09/2023).
Heri dan 15 kepala keluarga lainnya harus menerima kenyataan tersebut. Posisi rumah mereka bersebelahan dengan perumahan Daun Village. Tertutupnya saluran drainase akibat pengupasan lahan yang dikerjakan Daun Village untuk memperluas area perumahan.
Tanah galian dari proyek itu menutupi saluran drainase perumahan GPA. Heri pun sudah susah payah meminta penyelesaian dari Pemkot Balikpapan hingga developer kedua perumahan (GPA dan Daun Village).
Heri cukup kecewa dengan pemerintah Kota Balikpapan yang tampak tak bereaksi untuk mengatasi permasalahan ini meskipun sudah berulang kali melakukan pertemuan.
"Katanya mau dikuatkan gorong-gorong. Waktu itu dipimpin Asisten I pak Zul. Tapi faktanya sekarang tidak ada yang dilakukan," jelasnya.
Pun pertemuan antara pengembang GPA dengan Daun Village yang tak membuahkan hasil. "Di dalam ruangan sepakat menyelesaikan bersama. Tapi begitu keluar ruangan ya dibiarkan seperti ini," katanya.
Baca Juga: Cerita soal Masa Lalunya, Jihyo TWICE Ungkap Ibunya Kecewa saat Dia Lahir?
Kontributor: M Rifaldi
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus