SuaraKaltim.id - Sate tulang merupakan salah satu makanan terkenal khas dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sate tulang yang terbuat dari tulang leher ayam yang dicincang ini rupanya sudah jarang ditemukan.
Biasanya, penjual yang memasak sate tulang ini memotong tulangnya secara cincang kasar. Tetapi jika ingin memasak sendiri, maka Anda bisa mencincang tulangnya sesuai selera.
Berikut resep dari sate tulang ayam khas Banjar yang menggugah selera:
Bahan-bahan
Baca Juga: Bikin Nagih, Lezatnya Menu Restoran Iggo Kuliner di Kota Jambi
3 buah Leher Ayam
100 gram Daging Ayam + Kulit
1 butir Telur
2 sdm Bawang Merah Goreng
2 sdm Bawang Putih Goreng
1/2 sdt Garam
1/4 sdt Merica
1 sdt Kaldu bubuk
1 sdt Gula Pasir
Tusuk Sate
Bumbu Saus Kacang
50 gram Kacang Goreng
1 buah Cabe Merah Kering yang direndam air panas dan dibuang bijinya
2 sdm Bawang Merah Goreng
2 sdm Bawang Putih Goreng
2-3 sdm Kecap Manis
2 sdm Gula Merah
Secukupnya Garam dan Gula Pasir
Secukupnya Air
Secukupnya Minyak Goreng untuk menumis
Bumbu Oles
2-3 sdm Saus Kacang
Secukupnya Kecap manis
1 sdm Saos Tomat merah
Baca Juga: Kuliner Bakso Legendaris Cuma 7 Menit Dari Alun-alun Bandung: Tetelannya Menggugah Banget!
Cara Membuat
1. Bersihkan ayam lalu cincang kasar tulang leher ayam. Masukkan kedalam chopper leher ayam cincang dan daging ayam, campur dengan bawang goreng, telur, garam, kaldu bubuk, merica, dan gula. Blend sampai tercampur rata.
2. Bentuk adonan lonjong agak pendek lalu kukus sampai padat dan matang. Tusuk dengan tusuk sate.
3. Haluskan cabe merah kering, masukkan ke chopper bersama dengan kacang, bawang goreng. Blender sampai halus.
4. Panaskan sedikit minyak di wajan, masukkan bumbu kacang halus, aduk rata sebentar, tambahkan air, gula merah, garam, gula pasir, dan kecap manis. Aduk rata, masak sampai meletup-letup dan berminyak. Tambahkan gula merah dan kecap sampai warna terlihat menjadi cokelat tua. Angkat setelah mengecek rasa.
5. Campur semua bahan oles jadi satu, olesi sate dan diamkan selama 15-30 menit. Bakar diatas api sambil diolesi bumbu. Setelah matang sate siap dihidangkan.
Kontributor : Maliana
Berita Terkait
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera
-
7 Rekomendasi Nasi Goreng Semarang Terenak Mulai dari Babat hingga Pedas Menggila
-
Pedasnya Bikin Nagih, Ini 5 Kuliner Lombok yang Wajib Kamu Coba saat Liburan
-
Liburan ke Pemalang, Jangan Lupa Cicipi 5 Kuliner Legendaris Ini sebelum Hengkang
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
APBD Terpangkas Rp 300 Miliar, Pemkab PPU Matangkan Program Kartu Cerdas
-
Libur Lebaran di Beras Basah: 3.000 Pelancong, Mayoritas Wisatawan Lokal
-
Harga Sewa Kapal ke Pulau Beras Basah: Mulai Rp 550 Ribu, Ini Daftarnya!
-
Dua Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Awards 2025 Sukses Diboyong BRI
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN