Salah satu sedan andalan di era 90-an, Suzuki Esteem, dikenal sebagai mobil yang nyaman dan ekonomis. Kabinnya lapang, cocok untuk perjalanan harian maupun ke luar kota.
Suzuki menawarkan dua pilihan mesin: G13A 1.300 cc 8 katup dan G16B 1.600 cc 16 katup. Walaupun masih menggunakan karburator, sistem pembakaran tergolong irit dan bersih.
Harga pasaran Esteem saat ini berkisar Rp19 juta hingga Rp23 juta, menjadikannya mobil sedan murah yang bandel di kelasnya.
4. Suzuki Forsa
Terakhir ada Suzuki Forsa, yang merupakan bagian dari keluarga Suzuki Cultus. Mobil hatchback ini adalah nenek moyang city car modern yang gesit, efisien, dan ringan di jalan.
Forsa dibekali mesin 1.000 cc, 4 silinder SOHC, dengan handling yang stabil dan konsumsi bahan bakar yang irit. Suspensinya juga sudah tergolong modern untuk ukuran mobil tua, bikin perjalanan makin nyaman meski di jalan rusak.
Unit bekasnya bisa dibeli mulai Rp23 jutaan, dan biaya perawatan pun tak bikin panik isi dompet.
Tips Memilih Mobil Tua Agar Tak Salah Beli
Agar tak kecewa di kemudian hari, perhatikan beberapa tips berikut sebelum membeli mobil tua seharga Honda BeAT:
- Cek kondisi mesin secara menyeluruh
Pastikan mobil menyala dengan baik dan tidak mengeluarkan asap putih atau suara aneh. Mintalah izin untuk test drive dan periksa getaran saat idle.
- Periksa dokumen kendaraan
Pastikan STNK dan BPKB lengkap dan sesuai. Cek juga pajak, apakah mati bertahun-tahun atau masih aktif.
- Lihat riwayat servis
Mobil yang dirawat rutin di bengkel resmi atau umum dengan buku servis terarsip rapi biasanya dalam kondisi lebih baik.
Berita Terkait
-
Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas
-
Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026
-
BFI Finance Perluas Layanan Pembiayaan Berjaminan Mobil Listrik Lewat Dana Express Mobil
-
Konsumen Eropa Beralih Beli Mobil Listrik Bekas Asal China Akibat Aturan Impor
-
Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi