- Desa-desa Penyangga IKN di Kukar Masuk Kawasan Prioritas Nasional
- Delapan Titik Sumur Air Bersih Dibangun, PPU Perkuat Layanan Dasar Penyangga IKN
- Pemkab PPU Dorong Sekolah Ramah Anak, Perkuat SDM di Daerah Penyangga IKN
SuaraKaltim.id - Perdebatan mengenai penyebutan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai “Ibu Kota Politik” dalam Perpres No 79 Tahun 2025 terus bergulir.
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pihaknya tidak ingin buru-buru mengambil kesimpulan.
"Ini saya mau lihat kajiannya dulu," ujar Puan di kompleks parlemen, Jakarta, disadur dari ANTARA, Senin, 22 September 2025.
Ia mengaku masih mencari tahu latar belakang munculnya frasa tersebut dalam regulasi terbaru yang merevisi Perpres No 109 Tahun 2024 tentang Rencana Kerja Pemerintah.
“Tunggu dulu, belum lihat kajiannya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Aria Bima menegaskan lembaganya akan memanggil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta penjelasan resmi.
Menurut dia, segala bentuk penetapan status IKN tetap harus merujuk pada undang-undang yang berlaku.
Meski begitu, Aria melihat penyematan istilah “Ibu Kota Politik” tak lepas dari visi Presiden Prabowo Subianto.
“Percayalah bahwa Pak Prabowo pasti paham betul mengenai istilah tersebut tidak bertentangan dengan tujuan awal kita menempatkan IKN sebagai Ibu Kota Nusantara,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Penghubung Samarinda ke IKN Masuk Rencana Nasional
Dalam lampiran Perpres 79/2025, tepatnya di sub bab 3.6.3 tentang Highlight Intervensi Kebijakan, disebutkan bahwa pembangunan dan pemindahan ke IKN diarahkan agar kawasan tersebut terwujud sebagai “ibu kota politik” pada 2028.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
BRI Perkuat Program Rumah Rakyat, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun pada 2026
-
Heboh Mobil Dinas Gubernur Kaltim di Tengah Efisiensi, Prabowo: Kita Selidiki Semua
-
Kritik Tajam Prabowo soal Mobil Dinas Rudy Mas'ud Rp8 M: Mobil Presiden Rp1 Miliar
-
Penumpang Arus Balik di Terminal Samarinda Melonjak Dibanding Arus Mudik
-
BRILink Rieche Endah Jadi Bukti Komitmen BRI untuk Dorong Inklusi Keuangan