- Prabowo Dorong Negosiasi, Saham Indonesia di Freeport Bisa Lebih dari 10%
- Dukung Palestina di PBB, Prabowo Dinilai Sejalan dengan Amanat Konstitusi
- Aria Bima: Frasa Ibu Kota Politik di IKN Cerminkan Visi Prabowo
SuaraKaltim.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia dalam isu Palestina-Israel dengan membuka peluang pengakuan terhadap Israel, namun dengan syarat mutlak: pengakuan resmi Israel atas kemerdekaan Palestina sebagai negara berdaulat.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan Solusi Dua Negara di Markas PBB, New York, Senin, 22 September 2025, waktu setempat.
"Kita harus menjamin status kenegaraan Palestina. Namun, Indonesia juga siap menyatakan, saat Israel mengakui kemerdekaan dan status kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Israel, dan kami akan mendukung seluruh jaminan atas keamanan Israel," katanya disadur dari ANTARA, Selasa, 23 September 2025.
Pernyataan itu sontak menuai tepuk tangan dari para delegasi negara peserta KTT, menandai respons positif atas sikap Indonesia.
Dalam forum yang sama, Prabowo menyebut Deklarasi New York sebagai kerangka adil menuju perdamaian Israel–Palestina.
Dokumen tersebut, yang disahkan Majelis Umum PBB pada 12 September 2025, merespons genosida di Gaza dan memuat serangkaian langkah: gencatan senjata, pembentukan misi internasional, akses kemanusiaan, pemulihan UNRWA, serta rekonstruksi Gaza dengan dukungan Liga Arab, OKI, dan Bank Dunia.
“Deklarasi New York telah memberikan jalan yang adil dan damai menuju perdamaian,” ujar Presiden.
Prabowo juga mengecam keras tindak kekerasan Israel terhadap warga sipil Gaza, terutama perempuan dan anak-anak, yang menelan puluhan ribu korban jiwa.
"Kami mengecam seluruh aksi kekerasan terhadap warga sipil. Oleh karena itu, hari ini, dengan penuh rasa bermartabat, kita berkumpul dalam waktu yang bersejarah ini, untuk sama-sama memikul tanggung jawab. Tanggung jawab yang kita pikul bersama ini tidak hanya menentukan masa depan Palestina, tetapi juga masa depan Israel, dan kredibilitas dari Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya.
Pidato Prabowo ditutup dengan seruan tegas agar negara-negara anggota PBB segera menghentikan genosida di Gaza dan mewujudkan perdamaian.
"Kita butuh perdamaian itu sekarang! Perdamaian segera! Kita butuh mewujudkan perdamaian!" ucapnya penuh penekanan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Prabowo Terima Tawaran Jepang Soal 10 Juta Imigran Indonesia
KTT Palestina dan Solusi Dua Negara ini merupakan rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 PBB, diprakarsai oleh Prancis dan Arab Saudi.
Prabowo sendiri mendapat giliran berbicara di urutan kelima setelah Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Brasil Lula da Silva, dan Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri