-
- Klaim bahwa Bos Sampoerna meminta masyarakat berhenti beli rokok ilegal karena membahayakan kesehatan adalah tidak benar dan termasuk konten palsu (fabricated content).
- Ivan Cahyadi tidak pernah menyinggung soal kesehatan, melainkan menekankan pentingnya memberantas rokok ilegal karena tidak berkontribusi terhadap pemerintah dan ekonomi nasional.
- Unggahan di TikTok memelintir konteks pernyataan asli, sehingga menyesatkan publik dan menciptakan informasi palsu.
SuaraKaltim.id - Beredar unggahan di platform TikTok dari akun “bry.aI0” pada Kamis, 9 Oktober 2025, menampilkan gambar disertai takarir:
“Bos Sampoerna Minta Masyarakat Untuk Stop Beli Rokok Ilegal, Karena Membahayakan Kesehatan.”
Unggahan tersebut menjadi viral dengan lebih dari 15 ribu tanda suka, 3 ribu komentar, dan 2 ribu kali dibagikan hingga Senin, 13 Oktober 2025.
Namun setelah dilakukan penelusuran, klaim tersebut tidak benar dan termasuk konten palsu (fabricated content).
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta menelusuri klaim dengan kata kunci “bos Sampoerna minta masyarakat untuk berhenti beli rokok ilegal karena membahayakan kesehatan” melalui mesin pencarian Google.
Hasil penelusuran mengarah pada artikel CNBC Indonesia berjudul “Bos HM Sampoerna Dukung Upaya Pemerintah Atasi Barang Ilegal” yang terbit pada Kamis, 7 Agustus 2025.
Dalam artikel tersebut, Presiden Direktur HM Sampoerna Ivan Cahyadi memang meminta masyarakat untuk berhenti membeli rokok ilegal, bukan karena alasan kesehatan, melainkan karena rokok ilegal tidak berkontribusi terhadap pemerintah dan bangsa di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.
Penelusuran lebih lanjut melalui Google Lens terhadap gambar dalam unggahan juga menemukan kecocokan dengan video CNBC Indonesia berjudul “LPS Financial Festival 2025 – Day 2”.
Dalam video berdurasi panjang tersebut, tepat pada menit 1:07:48, Ivan Cahyadi menyampaikan topik “Business Talk – Empowering Local Economies Through Resilient Financial System”, tanpa ada pernyataan tentang bahaya kesehatan dari rokok ilegal.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Raja Ampat Merah Menyala Akibat Tambang
Fakta Sebenarnya
- Ivan Cahyadi tidak pernah mengatakan bahwa rokok ilegal membahayakan kesehatan.
- Pernyataan aslinya berfokus pada dukungan terhadap pemerintah untuk memberantas barang ilegal dan menjaga kontribusi ekonomi.
- Unggahan di TikTok telah mengubah konteks pernyataan, sehingga menyesatkan publik.
Klaim bahwa “Bos Sampoerna minta masyarakat untuk berhenti beli rokok ilegal karena membahayakan kesehatan” adalah tidak benar.
Faktanya, pernyataan Ivan Cahyadi menekankan aspek ekonomi dan kontribusi terhadap negara, bukan soal bahaya kesehatan.
Konten tersebut dikategorikan sebagai konten palsu (fabricated content).
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Iran: Pembunuhan Ali Khamenei oleh AS dan Israel adalah Aksi Terorisme
-
Menuai Polemik, Gubernur Kaltim Akhirnya Kembalikan Mobil Dinas Baru Rp8,49 Miliar
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Minggu 1 Maret 2026
-
Ali Khamenei Gugur, Iran Tetapkan Otoritas Kepemimpinan Sementara
-
KPK Ingatkan Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar