- Kehadiran sepatu lari brand lokal memberikan lebih banyak pilihan.
- Temukan "pasangan lari" yang cocok dengan kaki, gaya lari, dan budget.
- Jangan terkejut jika produk lokal punya performa juara yang tak biasa.
SuaraKaltim.id - Ketika berbicara tentang sepatu lari buatan dalam negeri, dua nama yang pasti langsung terlintas di benak kita adalah Ortuseight dan 910 (Nineten).
Keduanya memang layak diacungi jempol karena inovasi dan kualitasnya yang mampu bersaing. Namun, ekosistem sepatu lari lokal jauh lebih besar dan menarik dari itu.
Ada banyak sepatu lokal lain yang diam-diam telah mengembangkan teknologi dan merilis produk dengan performa yang tak bisa dianggap remeh.
Produk ini menawarkan karakter, teknologi, dan harga yang kompetitif, menjadikannya alternatif segar bagi para pelari yang ingin tampil beda atau mencari feel yang lebih spesifik.
Berikut 7 rekomendasi sepatu lari lokal selain Ortuseight dan 910 yang punya performa juara!
1. Eagle
Eagle sudah dikenal luas di dunia sepatu olahraga Indonesia. Bagi pria yang gemar berlari, Eagle Striker bisa menjadi pilihan yang tepat.
Menurut Erablue, sepatu lari ini dilengkapi dengan teknologi Phylon midsole, yang membuat langkah terasa lebih ringan dan nyaman saat berlari atau jalan cepat.
2. Compass
Compass mungkin lebih terkenal dengan sepatu lifestyle-nya, tetapi brand tersebut juga memiliki lini sepatu lari yang patut dicoba.
Compass Runner adalah pilihan ideal bagi penggemar desain minimalis. Sepatu ini menawarkan sol yang ringan dan empuk, sehingga cocok digunakan untuk lari santai maupun latihan HIIT seperti pound fit.
3. Precise
Precise adalah salah satu merek lokal yang dikenal konsisten memberikan kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau.
Untuk pria, ada model Precise Alloy yang bisa diandalkan. Sepatu ini dilengkapi dengan teknologi Vibram outsole yang memberikan daya cengkeram optimal di berbagai jenis permukaan.
4. Fans
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus