- Aksi massa 21 April 2026 di Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda berakhir ricuh.
- Massa melempari petugas dan area kantor gubernur menggunakan sejumlah benda.
- Di sisi lain, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud tak mau menemui massa aksi.
SuaraKaltim.id - Aksi 21 April yang mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Samarinda berakhir ricuh, Selasa (21/4/2026) malam.
Polisi menggunakan water canon untuk membubarkan massa dan memadamkan api. Sementara massa melempari petugas dan area kantor gubernur menggunakan sejumlah benda.
Massa yang masih bertahan menolak untuk membubarkan diri meski telah melewati batas waktu. Mereka sejak siang menantikan kehadiran Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan wakilnya, Seno Aji.
Namun hingga petang ini, Rudy Mas'ud dan Seno Aji belum menemui massa aksi. Padahal sebelumnya, Gubernur Kaltim siap menemui masyarakat yang menggelar unjuk rasa.
Rudy mengaku bahwa dirinya akan berkantor seperti biasa saat aksi demo berlangsung. Dia memastikan aktivitas di lingkungan Pemprov Kaltim tak akan dihentikan.
Gubernur Rudy Mas'ud janji temui massa aksi
Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas'ud menyatakan Pemprov tetap berkantor seperti biasa dan siap menerima massa menjelang rencana aksi demonstrasi pada 21 April.
"Ya, kita hari ini tadi rapat ya, biasanya pagi kebetulan saya datangnya agak siang karena pesawatnya dari Jakarta pagi," katanya, Senin (20/6/2026).
Agenda Pemprov Kaltim pada hari sebelum aksi tetap berjalan sebagaimana rutinitas. Rapat yang dilakukan pada hari itu berfokus pada pelaksanaan program pemerintah, khususnya terkait realisasi anggaran daerah.
Menurut Rudy, tidak ada perubahan signifikan dalam aktivitas pemerintahan menjelang aksi. Pemerintah tetap menjalankan fungsi administratif dan pelayanan publik seperti biasa.
"Adapun besok (21 April) kita siap untuk menerima tamu-tamu yang akan hadir," kata dia.
Rudy mengungkapkan, Pemrov Kaltim tidak menutup diri terhadap kehadiran massa aksi. Seluruh jajarannya tetap ngantor untuk memastikan respons terhadap situasi yang berkembang di lapangan.
"Besok tetap berkantor seperti biasa kita di sini bersama dengan seluruh SKPD dan tentunya juga besok kita juga menerima tamu-tamu nanti kita lihat situasional di lapangan bagaimana," ujarnya.
Terkait tuntutan massa aksi, Rudy mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menyebut akan melihat langsung tuntutan yang diajukan saat aksi berlangsung.
"Yang jelas kita semuanya ada di kantor besok," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
JPMorgan Berikan Validasi Atas BBRI, Kualitas Aset Membaik
-
Suara.com Audiensi dengan DPD RI Kaltim, Bahas Sinergi Publikasi dan Keterbukaan Informasi
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit