- Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menuai sorotan publik karena pengadaan kursi pijat mewah senilai Rp125 juta di rumah dinas.
- Rudy menjelaskan kursi tersebut menjadi fasilitas penunjang untuk melepas lelah akibat beban kerja dan perjalanan dinas yang panjang.
- Rudy menegaskan pengadaan fasilitas itu melalui perencanaan anggaran resmi serta menyatakan terbuka terhadap kritik demi perbaikan kinerja pemerintahan.
SuaraKaltim.id - Nama Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mendadak jadi perbincangan hangat di meja-meja kopi hingga jagat maya.
Bukan soal kebijakan politik makro, melainkan tentang fasilitas di rumah dinasnya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kursi pijat seharga Rp125 juta per unit.
Angka tersebut memicu riuh rendah publik. Banyak yang mempertanyakan urgensi sebuah kursi pijat di tengah prioritas pembangunan lainnya.
Namun, bagi Rudy, kursi itu bukan sekadar furnitur mewah, melainkan "kawan" untuk melepas lelah setelah menaklukkan ganasnya rute perjalanan di Bumi Etam.
Di hadapan awak media, Rudy Mas’ud akhirnya membuka suara. Dengan nada bicara yang tenang namun lugas, ia menceritakan sisi lain dari kehidupannya sebagai orang nomor satu di Kaltim. Dia kerap menyetir mobil sendiri dalam perjalanan dinasnya.
"Soal kursi pijat itu memang ada. Mungkin kasihan gubernurnya. Bawa mobil sendiri, perjalanannya ribuan kilo," ujar Rudy dikutip dari video yang diunggah di akun Instagram lambegosiip.
Ia menggambarkan betapa melelahkannya mobilitas seorang gubernur di provinsi seluas Kaltim.
"Kami kalau jalan, matahari belum terbit kami jalan, matahari sudah tenggelam, kami belum sampai. Bawa sendiri lagi mobilnya. Saya cuma sendiri di rumah," ucapnya seloroh namun penuh penekanan.
Bagi Rudy, pengadaan kursi pijat tersebut adalah fasilitas penunjang yang masuk akal bagi pejabat dengan beban kerja tinggi.
Baca Juga: Sederet Kontroversi Gubernur Rudy Mas'ud hingga Akhirnya Didemo Rakyat Sendiri
Ia menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul tanpa dasar, melainkan bagian dari perencanaan anggaran resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Meski memberikan pembelaan, Rudy mengaku tidak anti-kritik. Baginya, sorotan publik terhadap pengadaan kursi pijat ini adalah bumbu dalam demokrasi. Ia mempersilakan warga untuk terus memantau dan memberikan masukan terhadap pemerintahannya.
“Jadi tidak benar jika dianggap diada-adakan. Silakan sampaikan kritik, walaupun pahit, tetap sampaikan demi perbaikan ke depan,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Sederet Kontroversi Gubernur Rudy Mas'ud hingga Akhirnya Didemo Rakyat Sendiri
-
Romy Wijayanto Jadi Dirut Bankaltimtara, Gubernur Rudy Mas'ud: Skornya Tertinggi
-
Hak Angket Tak Perlu Interpelasi, DPRD Didesak Usut Kebijakan Pemprov Kaltim
-
Tak Temui Massa saat Demo, Gubernur Rudy Mas'ud Malah Puji Unjuk Rasa lewat Video
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng