- Kejari Samarinda menangkap delapan wanita sebagai tersangka kasus penyalahgunaan dana kredit usaha rakyat pada dua bank pemerintah.
- Para tersangka memalsukan data debitur selama periode 2023 hingga 2026 untuk mencairkan pinjaman KUR secara tidak prosedural.
- Tindakan ilegal tersebut mengakibatkan kerugian negara mencapai lebih dari satu miliar rupiah dari total pencairan dana kredit.
SuaraKaltim.id - Kejaksaan Negeri atau Kejari Samarinda mengamankan delapan orang terkait penyalahgunaan pemberian kredit usaha rakyat (KUR) bank plar merah. Mereka pun ditetapkan sebagai tersangka. Dalam perkara ini, kerugian negara diperkirakan lebih dari 1 miliar rupiah.
Informasi yang dihimpun, delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka merupakan ibu-ibu. Dimana dua orang berinisial WW dan MGF adalah pegawai internal bank yang bertugas sebagai mantri atau marketing dan pemrakarsa kredit.
Sedangkan enam orang lainya berinisial SM, NA, MA, AB, NL dan II merupakan pihak eksternal yang bertugas sebagai calon.
Modus yang digunakan tersangka yakni, para calo mencari warga yang mau memberikan data untuk mengajukan pinjaman KUR di bank dengan iming-iming imbalan. Bahkan sampai memalsukan alamat, foto rumah, dan izin usaha agar dana bisa dicairkan.
"Setelah berkas semua lengkap, selanjutnya diserahkan kepada WW dan MGF yang bertugas sebagai mantri untuk diproses," kata Kasi Pidsus Kejari Samarinda, Mochamad Arifianto kepada SuaraKaltim.id, Kamis, 18 Juni 2026.
Ditambahkannya, setelah dana dicairkan, para calo yang mengurus berkas tadi, lalu memberikan imbalan kepada warga yang menyerahkan berkas. Sementara uang sisanya dipergunakan untuk kepentingan pribadi.
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pihak kejaksaan, delapan orang tersangka beraksi di dua bank plat merah berbeda.
"Perkara ini terjadi sejak tahun 2023 hingga 2026, dari pemeriksaan yang kami lakukan, ada 87 rekening debitur yang tidak sesuai dengan prosedur," ujar Arifianto.
Dari 87 rekening tersebut, dana yang dicairkan sebayak Rp 3 miliar dengan kerugian negara ditaksir lebih dari Rp1 miliar dan diperkirakan bisa bertambah lagi karena masih dalam proses pengembangan.
Akibat perbuatannya, para tersangka pun dijerat dengan Pasal 603 Undang-Undang RI No 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana jo Pasal 18 Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 20 huruf c Jo Pasal 126 Ayat (1) Undang-Undang RI No 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Kontributor : Tuntun Siallagan
Berita Terkait
-
KUR Capai Rp264 Triliun, Pemerintah Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
-
Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran
-
Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat
-
Optimalisasi KUR Jadi Kunci Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran ke Luar Negeri
-
Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat
-
Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap
-
Kronologi Pembunuhan di Speedboat Samarinda, Jasad Diikatkan ke Batu dan Tiang Jembatan
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang