Suhardiman
Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:23 WIB
Sejumlah kendaraan antre panjang di SPBU Jalan Soekarno-Hatta Km 9 Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. [Suara.com/ Tuntun Siallagan]
Baca 10 detik
  • Kenaikan harga Pertamax memicu lonjakan antrean panjang kendaraan pengguna Pertalite di berbagai SPBU Kota Balikpapan sejak Juni 2026.
  • Masyarakat beralih ke Pertalite karena harga Pertamax dinilai terlalu tinggi, menyebabkan waktu tunggu pengisian BBM meningkat signifikan.
  • Keterbatasan akses Pertalite yang hanya tersedia di lima lokasi SPBU memperparah kesulitan pengendara sepeda motor di Balikpapan.

SuaraKaltim.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax mulai memberikan dampak terhadap masyarakat di Balikpapan, Kalimantan Timur (kaltim).

Kota yang dijuluki sebagai "Kota Minyak" ini kini menghadapi fenomena baru di sejumlah SPBU, yaitu lonjakan antrean kendaraan akibat peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite.

Hal ini terpantau di sejumlah SPBU di Balikpapan. Jika sebelumnya pengendara roda dua maupun roda empat mimilih Pertamax sebagai bahan bakar utama, kini sebagain besar mulai beralih ke Pertalite.

Salah seorang warga bernama Heriyanto (42), mengaku harus menunggu lebih dari satu jam hanya untuk mendapatkan giliran mengisi BBM.

"Biasanya ngantre di sini paling 30 menit. Ini sudah lebih satu jam tapi belum dapat giliran," kata Heriyanto (42) saat diwawancarai di seputaran SPBU Jalan Soekarno-Hatta Km 9 Balikpapan Utara, Jumat, 19 Juni 2026.

Ia mengatakan, sebelum terjadi penyesuaian harga BBM, antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite hanya berkisar 30 hingga 300 meter. Namun sekarang antrean bahkan bisa mengular hingga sekitar 500 meter.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Jalan MT Haryono Balikpapan. Antrean Pertalite kini sudah semakin sulit. Yang paling parah adalah antrean Pertalite khusus kendaraan roda dua.

Sebelum harga Pertamax naik, antrean sepeda motor memang sudah cukup panjang, namun masih dalam batas normal dengan waktu tunggu sekitar 20 menit. Namun, antrean kini semakin panjang.

Seorang pengendara bernama Herman (32) mengaku terpaksa meninggalkan kebiasaan mengisi Pertamax karena kenaikan harga yang dinilai terlalu tinggi.

"Sebelumnya saya biasa isi Pertamax. Tapi karena naiknya hampir Rp4 ribu per liter, mau tidak mau sekarang beralih ke Pertalite walaupun antreannya lama," ujar Herman (32) saat ditemui di SPBU Gunung Bakaran Balikpapan.

BBM jenis Pertalite untuk roda dua atau sepeda motor di Kota Balikpapan, memang terbatas. Dari belasan SPBU yang ada, hanya lima SPBU yang menyediakan BBM pertalite untuk pengendara sepeda motor.

Oleh karena itu, antre panjang pun tidak bisa dihindari. Apalagi pertamax naik, mendapat pertalite tentu jadi semakin sulit.

Kontributor : Tuntun Siallagan

Load More