Ilustrasi. Foto udara kebakaran hutan dan lahan gambut. [ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU]
Baca 10 detik
- Kementerian Kehutanan mendeteksi 73 titik panas di Kalimantan Selatan melalui satelit pada 12 Agustus 2026.
- BPHL Wilayah XI Banjarbaru meminta pengelola PBPH segera memverifikasi 14 titik panas di areal mereka.
- Pemerintah memperkuat deteksi dini dan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran hutan secara kolaboratif selama musim kemarau.
Karena itu, BPHL Wilayah XI Banjarbaru terus mendorong pemegang PBPH meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan patroli, kesiapan personel, sarana dan prasarana pengendalian karhutla, serta percepatan respons terhadap informasi hotspot maupun laporan indikasi kebakaran.
Pemantauan satelit menjadi bagian awal dari rangkaian pencegahan. Informasi yang diperoleh selanjutnya harus diteruskan kepada pengelola kawasan, diverifikasi di lapangan, dan ditindaklanjuti apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif