- BKSDA Kaltim mengerahkan tim untuk memantau satu orang utan yang sering muncul di pinggir Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung, Kutai Timur.
- Satwa liar yang dilindungi tersebut ditemukan mencari makan di dekat Taman Nasional Kutai yang merupakan habitat aslinya.
- Petugas mengimbau masyarakat agar tidak mendekati atau memberi makan orang utan demi keselamatan bersama dan kelestarian satwa.
SuaraKaltim.id - BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim) menurunkan tim ke lapangan guna memantau keberadaan satu individu orang utan (Pongo pygmaeus) yang dilaporkan sering muncul di pinggir jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto kemunculan satwa liar dilindungi itu sebelumnya dilaporkan oleh warga yang kerap melintas di jalur penghubung antarkecamatan tersebut.
"Kami sudah menurunkan tim untuk memantau keberadaan orang utan yang dilaporkan tersebut," katanya, Selasa (15/9/2026).
Satu individu orang utan berukuran besar dengan warna bulu cokelat kemerah-merahan terpantau sedang memakan biji-bijian serta pucuk dedaunan di tepi jalan.
"Untuk selanjutnya mengenai penanganan teknis di lapangan akan kami informasikan setelah tim selesai melakukan penyisiran ke lokasi tersebut," kata Ari.
Lokasi ditemukannya satwa endemik Kalimantan ini berada sangat dekat dengan kawasan Taman Nasional Kutai yang merupakan habitat asli orangutan.
"Kami mengimbau masyarakat yang melintas di jalan poros agar tidak mendekati, mengejar, apalagi memberi makan kepada orang utan tersebut demi keselamatan bersama," tutur Ari.
Salah seorang warga melintas, Yuristio yang sering melalui jalan poros tersebut mengaku kerap melihat orang utan itu.
"Sudah hampir tiga kali saya lihat ada orang utan di jalan itu. Kadang mereka di pinggir jalan, kadang juga langsung menyeberang," ucapnya di Sangatta, Kutai Timur pada Senin (14/9/2026).
Jalan poros Sangatta-Rantau Pulung yang menjadi tempat mencari makan orang utan itu, berada di dekat kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) yang merupakan habitat asli mereka.
Biasanya orang utan itu muncul di pinggir jalan pada sore hari menjelang senja. Dengan ukuran besar, hewan tersebut nampak seperti batang kayu di pinggir jalan.
Lalu lalang kendaraan di jalan poros tersebut dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan pada orang utan liar tersebut.
"Biasanya kendaraan itu harus berhenti dulu menunggu orang utan menyeberang jalan atau hewan itu masuk ke dalam hutan," katanya.
Sejumlah pengendara memilih untuk menghentikan laju kendaraan mereka sejenak saat melihat orang utan tersebut menyeberangi alur jalan menuju kawasan hutan.
Tim gabungan BKSDA Kaltim bersama petugas resor konservasi terus mencermati pergerakan satwa dan mencari keberadaan sarang di sekitar lokasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei