- BKSDA Kaltim dan Yayasan Jejak Pulang mengevakuasi sebelas orang utan dari karhutla di Samboja pada 1 September 2026.
- Penyelamatan darurat dilakukan karena kebakaran lahan dan asap pekat semakin mendekati kawasan Sekolah Hutan Jejak Pulang.
- Seluruh orang utan berhasil dipindahkan ke kandang rawat kilometer 38 dalam kondisi sehat dan aman.
SuaraKaltim.id - BKSDA Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Yayasan Jejak Pulang mengevakuasi 11 individu orang utan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebakaran lahan tersebut diketahui kian mendekati kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan bahwa status darurat terpaksa diaktifkan di kawasan Sekolah Hutan Jejak Pulang pada 1 September 2026 pukul 16.00 WITA untuk menghindari risiko dari kepulan asap pekat dan kobaran api.
Ia menjelaskan bahwa proses penyelamatan dilakukan oleh tim Wildlife Rescue Unit BKSDA bersama para perawat satwa dengan sangat hati-hati, yakni membimbing dan menggendong satu per satu orang utan yang sedang dalam masa rehabilitasi menuju kendaraan evakuasi.
Berpacu dengan waktu di tengah jarak pandang yang mulai meredup, lanjut Ari, seluruh satwa dilindungi tersebut dipindahkan dengan aman pada pukul 18.00 WITA pada Selasa (1/9) ke fasilitas kandang rawat di kilometer 38 Samboja.
Berdasarkan hasil pemeriksaan setelah evakuasi, BKSDA Kaltim memastikan bahwa 11 individu orang utan tersebut terpantau dalam kondisi sehat dan aman dari dampak paparan asap.
Ia menambahkan bahwa selama berada di kandang rawat sementara, proses rehabilitasi orang utan tetap berjalan secara optimal dengan pemenuhan pakan, aktivitas, hingga enrichment (pengayaan) guna menjaga kondisi dan perilaku alami satwa.
"Langkah evakuasi yang disertai pemantauan kesejahteraan satwa ini menjadi wujud komitmen perlindungan keanekaragaman hayati Nusantara dari ancaman bencana lingkungan," tegas Ari. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Minta Maaf, Ajudan Gubernur Kaltim yang Dinilai Arogan Tetap Diperiksa
-
Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat
-
Gubernur Kaltim Pecat Ajudannya yang Arogan, Sampaikan Permintaan Maaf
-
Demo di Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Tanggapan Rudy Mas'ud Dinilai Normatif
-
Gubernur Rudy Mas'ud Lantik 9 Pejabat di Tengah Kontroversi Ajudan dan Singapura