- Pengamat hukum Herdiansyah Hamzah menyoroti tindakan arogansi ajudan Gubernur Kaltim terhadap mahasiswa demonstran.
- Herdiansyah menyatakan perilaku ajudan tersebut mencerminkan karakter dan minimnya keterbukaan Rudy Mas'ud terhadap perbedaan pendapat.
- Gubernur Kaltim dikritik karena belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf resmi atas insiden tersebut.
SuaraKaltim.id - Arogansi ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud terhadap mahasiswa mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Pengamat Hukum Tata Negara, Herdiansyah Hamzah turut mengomentari aksi ajudan Gubernur Kaltim yang tidak terpuji kepada massa pendemo.
Herdiansyah yang akrab disapa Castro menyebut tindakan sang ajudan mencerminkan sikap kepemimpinan gubernur dalam menyikapi perbedaan pendapat.
Dia mengatakan persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai tindakan individu ajudan. Menurutnya, sikap Rudy dalam merespons kritik dan aksi demonstrasi juga perlu menjadi perhatian.
"Kalau kemudian ajudan itu melakukan tindakan-tindakan yang tidak pantas pula, saya kira itu mencerminkan bagaimana wakil dan karakter gubernurnya," ujar Castro dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.
Ia menilai, selama ini Rudy cenderung tidak terbuka terhadap perbedaan pandangan. Bahkan, sejumlah pengunjuk rasa dan awak media kerap mengalami perlakuan yang dinilainya tidak pantas.
Menurut Castro, tindakan ajudan terhadap massa aksi perlu dilihat dalam konteks bagaimana pemerintah daerah memperlakukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Ia menekankan, perbedaan pendapat seharusnya menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang dihormati, bukan direspons dengan tindakan yang berpotensi membatasi ruang penyampaian kritik.
Castro juga menyoroti belum adanya respons berupa permintaan maaf dari gubernur atas tindakan ajudannya tersebut.
Ia menuturkan, apabila Rudy menilai tindakan itu tidak pantas dan berada di luar kendalinya, seharusnya ia segera menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi kepada publik.
"Kalau memang gubernur merasa bersalah, tindakan ajudannya adalah tindakan yang tidak pantas, harusnya dia buru-buru minta maaf," katanya.
Castro menilai, respons kepala daerah terhadap persoalan tersebut penting untuk menunjukkan sikap pemerintah dalam menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat.
Lebih lanjut, Castro mempertanyakan apakah tindakan ajudan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Rudy Mas’ud.
Menurutnya, belum adanya klarifikasi atau permintaan maaf dari gubernur memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kepala daerah mengetahui kejadian itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud
-
1.393 Hektare Hutan Kaltim Terbakar Periode Karhutla Agustus-Oktober 2026
-
BRI Dukung Asta Cita, Perkuat Ketahanan Pangan dan Pembiayaan Sektor Pertanian
-
Gubernur Rudy Mas'ud Sebut Kaltim Aman, Malah Disentil soal Asap Karhutla
-
Wanita di Samarinda Bakar Ruko Gara-gara Gaji Tak Naik, Kerugian Capai Rp1,5 M