Eko Faizin
Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB
Kolase Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud dan ajudan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pengamat hukum Herdiansyah Hamzah menyoroti tindakan arogansi ajudan Gubernur Kaltim terhadap mahasiswa demonstran.
  • Herdiansyah menyatakan perilaku ajudan tersebut mencerminkan karakter dan minimnya keterbukaan Rudy Mas'ud terhadap perbedaan pendapat.
  • Gubernur Kaltim dikritik karena belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf resmi atas insiden tersebut.

SuaraKaltim.id - Arogansi ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud terhadap mahasiswa mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Pengamat Hukum Tata Negara, Herdiansyah Hamzah turut mengomentari aksi ajudan Gubernur Kaltim yang tidak terpuji kepada massa pendemo.

Herdiansyah yang akrab disapa Castro menyebut tindakan sang ajudan mencerminkan sikap kepemimpinan gubernur dalam menyikapi perbedaan pendapat.

Dia mengatakan persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai tindakan individu ajudan. Menurutnya, sikap Rudy dalam merespons kritik dan aksi demonstrasi juga perlu menjadi perhatian.

"Kalau kemudian ajudan itu melakukan tindakan-tindakan yang tidak pantas pula, saya kira itu mencerminkan bagaimana wakil dan karakter gubernurnya," ujar Castro dikutip dari Kaltimtoday--jaringan Suara.com.

Ia menilai, selama ini Rudy cenderung tidak terbuka terhadap perbedaan pandangan. Bahkan, sejumlah pengunjuk rasa dan awak media kerap mengalami perlakuan yang dinilainya tidak pantas.

Menurut Castro, tindakan ajudan terhadap massa aksi perlu dilihat dalam konteks bagaimana pemerintah daerah memperlakukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Ia menekankan, perbedaan pendapat seharusnya menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang dihormati, bukan direspons dengan tindakan yang berpotensi membatasi ruang penyampaian kritik.

Castro juga menyoroti belum adanya respons berupa permintaan maaf dari gubernur atas tindakan ajudannya tersebut.

Ia menuturkan, apabila Rudy menilai tindakan itu tidak pantas dan berada di luar kendalinya, seharusnya ia segera menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi kepada publik.

"Kalau memang gubernur merasa bersalah, tindakan ajudannya adalah tindakan yang tidak pantas, harusnya dia buru-buru minta maaf," katanya.

Castro menilai, respons kepala daerah terhadap persoalan tersebut penting untuk menunjukkan sikap pemerintah dalam menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat.

Lebih lanjut, Castro mempertanyakan apakah tindakan ajudan tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Rudy Mas’ud.

Menurutnya, belum adanya klarifikasi atau permintaan maaf dari gubernur memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kepala daerah mengetahui kejadian itu.

Load More