Eko Faizin
Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:17 WIB
Kolase Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud dan ajudan. [Ist]
Baca 10 detik
  • Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memecat ajudannya, Asky Rizal Toding, pada Rabu (21/10/2026).
  • Pemecatan dilakukan di Kantor Gubernur Kaltim untuk merespons aksi demonstrasi mahasiswa GMNI dan GERAM.
  • Ajudan tersebut dikembalikan ke kesatuan asalnya setelah bersikap arogan yang videonya viral di media sosial.

SuaraKaltim.id - Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, Asky Rizal Toding akhirnya dipecat usai dinilai arogan terhadap mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Gubernur Rudy Mas'ud menyatakan akan mencopot ajudannya di hadapan massa demonstrasi dari Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (21/10/2026).

"Saya pecat, dan dikembalikan kesatuannya," ujarnya dikutip dari Kaltimfaktual--jaringan Suara.com.

Pencopotan ajudan menjadi salah satu tuntutan yang disuarakan demonstran menyusul insiden yang terjadi dua hari sebelumnya.

Saat menemui mahasiswa, Rudy menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang melibatkan ajudannya.

Gubernur Kaltim menyatakan akan menarik Asky dari tugas sebagai ajudan gubernur dan mengembalikannya ke kesatuan asal.

Pernyataan itu mendapat respons dari massa yang sejak awal meminta adanya tindakan terhadap ajudan tersebut.

Rudy juga menyatakan akan menandatangani surat terkait pencopotan itu di hadapan demonstran.

Langkah itu muncul setelah video insiden antara ajudan gubernur dan mahasiswa beredar luas di media sosial.

Gubernur Rudy menegaskan bahwa ajudan tersebut akan ditarik dari tugas pengawalan gubernur dan dikembalikan ke kesatuan asalnya.

Sementara itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menyatakan bahwa penanganan terhadap anggota kepolisian yang bersangkutan sedang diperiksa. 

Dengan demikian, pencopotan dari tugas sebagai ajudan perlu dibedakan dari proses pemeriksaan maupun keputusan administratif di institusi kepolisian.

Load More