Eko Faizin
Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:40 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. [Dok Kaltimfaktual]
Baca 10 detik
  • Aliansi GERAM menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Gubernur Rudy Mas'ud berjanji membawa berbagai tuntutan masyarakat dan mahasiswa ke pemerintah pusat.
  • Gubernur juga berjanji mengembalikan ajudan bermasalah ke satuan asalnya setelah diprotes massa.

Dalam pemberitaan sejumlah media pada Kamis (22/10/2026), janji pencopotan atau penarikan ajudan tersebut menjadi salah satu respons yang dianggap lebih konkret oleh demonstran.

Namun, persoalan itu bukan satu-satunya tuntutan yang harus ditindaklanjuti pemerintah provinsi.

Sementara koordinator lapangan aksi, Angga Wato, mengatakan respons yang dinilai konkret oleh massa terutama berkaitan dengan penarikan ajudan gubernur.

Menurut Angga, persoalan BBM, pemadaman listrik, dan Gratispol masih membutuhkan penjelasan serta langkah nyata dari pemerintah.

GERAM menyatakan akan melakukan konsolidasi untuk membahas langkah selanjutnya. Aksi lanjutan berpeluang digelar apabila tidak ada tindak lanjut terhadap tuntutan yang telah disampaikan.

Dengan demikian, perhatian publik kini tertuju pada realisasi janji gubernur, terutama terkait penyelesaian persoalan karhutla, ketersediaan BBM, keandalan listrik, dan kebijakan pendidikan.

Pernyataan membawa aspirasi ke pemerintah pusat menjadi langkah awal. Namun, mahasiswa dan masyarakat masih menunggu perkembangan konkret agar tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi tidak berhenti pada komitmen lisan.

Load More