- Kebakaran seluas 20 hektare melanda Kelurahan Makroman, Samarinda, sejak Selasa hingga Rabu dini hari.
- Petugas gabungan memadamkan api yang berjarak 20 meter dari Asrama Yonzipur di tengah kendala angin kencang.
- Warga sekitar meningkatkan kewaspadaan tinggi karena khawatir kobaran api merembet ke kawasan permukiman penduduk.
SuaraKaltim.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kian mengkhawatirkan.
Kobaran api yang diperkirakan telah melalap sekitar 20 hektare lahan dilaporkan mendekati kawasan Asrama Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur), dengan jarak hanya sekitar 20 meter.
Kebakaran yang terjadi sejak Selasa (27/10/2026) siang tersebut masih dalam penanganan petugas gabungan hingga Rabu (28/10/2026) dini hari.
Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang hingga terbatasnya sumber air di sekitar lokasi.
Kondisi itu meningkatkan risiko api meluas ke area lain, termasuk kawasan bangunan yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.
Petugas BPBD Samarinda, BPBD Kaltim, prajurit TNI, serta relawan gabungan terus berupaya mengendalikan kobaran agar tidak menjalar ke kawasan asrama.
Koordinator Lapangan BPBD Samarinda, Nanang Arifin, mengatakan kebakaran meluas sejak siang hingga malam hari. Berdasarkan perkiraan petugas di lapangan, lahan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare.
Titik api berada di belakang Asrama Yonzipur, dengan jarak sekitar 20 meter dari kawasan tersebut. Kedekatan kobaran dengan bangunan membuat upaya pengendalian api menjadi perhatian utama.
"Kami bersama BPBD provinsi, rekan-rekan TNI, dan relawan gabungan masih bahu-membahu melakukan penanganan," katanya dikutip dari Kaltimetam--jaringan Suara.com.
Angin kencang menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses pemadaman. Embusan angin dapat membawa bara ke vegetasi kering di sekitarnya sehingga memicu kebakaran baru dan memperluas area terdampak.
Situasi tersebut mengharuskan petugas terus memantau pergerakan api sekaligus berupaya mencegah kobaran mencapai kawasan asrama.
Selain menghadapi angin kencang, petugas juga terkendala keterbatasan sumber air. Mobil tangki pemadam harus berulang kali mencari dan mengisi air sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
Kondisi ini menambah tantangan dalam memadamkan api di area yang luas. Petugas harus mengatur pasokan air agar proses penanganan tetap berlangsung, sementara kobaran berpotensi kembali membesar ketika bara terbawa angin.
Meski demikian, tim gabungan terus bekerja untuk menahan penyebaran api dan mengurangi risiko kebakaran menjalar ke kawasan sekitarnya.
Khawatir Api Merembet ke Permukiman
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air