- Kebakaran seluas 20 hektare melanda Kelurahan Makroman, Samarinda, sejak Selasa hingga Rabu dini hari.
- Petugas gabungan memadamkan api yang berjarak 20 meter dari Asrama Yonzipur di tengah kendala angin kencang.
- Warga sekitar meningkatkan kewaspadaan tinggi karena khawatir kobaran api merembet ke kawasan permukiman penduduk.
Ancaman karhutla juga membuat warga sekitar meningkatkan kewaspadaan. Ardi, warga RT 16 Kelurahan Makroman, mengaku melihat bara api terbawa angin hingga menyulut lahan lain.
Ia menduga penyebaran api berkaitan dengan sisa bara dari kebakaran sebelumnya yang kembali terbawa embusan angin.
"Sepertinya dari kemarin ada sisa bara api terkena angin. Saya melihat sendiri api itu berterbangan dan membakar lahan di sekitarnya. Anginnya sangat kencang," ungkap Ardi.
Menurutnya, api masih terlihat menyala hingga malam hari. Meski kondisi kebakaran di wilayah tempat tinggalnya dinilai masih terkendali, warga tetap khawatir kobaran dapat berubah arah dan merambat ke permukiman.
"Warga siaga semua. Takut jika merambat ke permukiman penduduk," tuturnya.
Kekhawatiran warga muncul karena arah angin dan bara yang beterbangan dapat membuat penyebaran api sulit diperkirakan.
Mereka pun terus mencermati situasi untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran semakin mendekati rumah penduduk.
BPBD Samarinda bersama unsur terkait masih memprioritaskan pengendalian titik api di kawasan belakang Asrama Yonzipur.
Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mengurangi ancaman terhadap bangunan di sekitarnya.
Nanang menegaskan, keterbatasan air dan angin kencang tidak menghentikan upaya petugas gabungan untuk menangani kebakaran.
"Di tengah angin kencang dan keterbatasan sumber air, kami bersama seluruh tim gabungan terus bahu-membahu melakukan pemadaman. Kami berupaya agar api tidak semakin meluas dan merembet ke kawasan Asrama Yonzipur," tutupnya.
Hingga Rabu dini hari, petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran. Warga di sekitar lokasi diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran api, terutama ketika angin bertiup kencang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut
-
Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air