Eko Faizin
Kamis, 05 November 2026 | 11:27 WIB
Ilustrasi helikopter. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI AD gugur akibat kecelakaan helikopter Mi-17 di Kabupaten Seruyan pada Rabu, 4 November 2026.
  • Helikopter TNI AD mengalami musibah saat melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan melalui metode water bombing.
  • Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani menyampaikan belasungkawa resmi melalui Instagram pada Kamis, 5 November 2026.

SuaraKaltim.id - Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 yang tengah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kabar duka disampaikan Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani melalui akun Instagram resminya, Kamis (5/11/2026).

Dalam pernyataannya, Lanumad Ahmad Yani menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan helikopter Mi-17 yang bertugas dalam Satuan Tugas Udara (Satgasud) Penanggulangan Karhutla di Kalimantan.

"Komandan beserta keluarga besar Lanumad A. Yani Puspenerbad turut berduka cita atas musibah kecelakaan helikopter Mi-17 TNI AD yang bertugas dalam Satgasud Penanggulangan Karhutla di Kalimantan," tulis akun tersebut.

Ketiga prajurit yang meninggal dunia tersebut adalah Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anum) Heri Prasetyo.

Lanumad Ahmad Yani juga mendoakan agar ketiga prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Selain itu, Lanumad Ahmad Yani turut mendoakan korban yang selamat agar segera pulih.

Sebelumnya, helikopter milik TNI AD mengalami kecelakaan ketika menjalankan operasi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Kepala Penerangan Kodam XXII/Tambun Bungai, Kolonel Arh Dodo Sahata Manullang, membenarkan peristiwa tersebut.

Dodo mengungkapkan, helikopter mengalami kecelakaan saat mengambil air laut untuk mendukung pemadaman kebakaran menggunakan metode water bombing.

Insiden tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Seruyan sekitar pukul 11.18 WIB.

Sebelum kejadian, helikopter tersebut diketahui lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang.

Setelah menerima laporan kecelakaan, TNI AD bersama tim gabungan langsung melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seluruh kru yang berada di dalam helikopter.

Proses pencarian dan evakuasi dilakukan melalui jalur udara serta laut untuk mempercepat penanganan korban.

Kecelakaan ini menjadi duka bagi keluarga besar TNI AD, terutama personel yang terlibat dalam operasi penanggulangan karhutla di Kalimantan.

Load More