Set...Set Syekh Ali Jaber Tangkis Pisau Penusuk Pakai Gerakan Memutar

Syekh Ali Jaber menjelaskan saat berhadapan langsung dengan pelaku yang bersangkutan mencoba menusuknya di bagian vital.

Pebriansyah Ariefana
Senin, 14 September 2020 | 13:16 WIB
Set...Set Syekh Ali Jaber Tangkis Pisau Penusuk Pakai Gerakan Memutar
Syekh Ali Jaber ditusuk

SuaraKaltim.id - Syekh Ali Jaber ternyata sempat menangkis gerakan penusuk dirinya di masjid Lampung, Minggu (13/9/2020) sore. Dia menangkis dengan gerakan memutar.

Syekh Ali Jaber menjelaskan saat berhadapan langsung dengan pelaku yang bersangkutan mencoba menusuknya di bagian vital.

Namun karena ada sedikit gerakan darinya pisau tersebut menuju ke lengan atas kanannya atau bahu.

Hal itu dikatakan Syekh Ali Jaber saat memberikan keterangan kepada media, di Bandarlampung, Senin siang.

Baca Juga:Kemenag Kecam Penusukan ke Syekh Ali Jaber: Perbuatan Keji!

"Reaksi pelaku saat berhadapan dengan saya dia coba tusuk kemudian karena gagal menusuk di bagian yang dinginkan pisau yang menancap di tangan ini coba ditariknya dengan kekuatan dan keberanian. Namun patah saat ada gerakan memutar dari saya. Melihat itu mohon maaf ini bukan seperti orang gila dia sangat berani bahkan terlatih," paparnya.

Syekh Ali Jaber tak terima penusuknya dianggap gila oleh kepolisian. Syekh Ali Jaber menyebutkan bahwa pelaku yang berusaha menikamnya saat mengisi acara di salah satu masjid di Kota Bandarlamping, Provinsi Lampung, Minggu (13/9/2020) sore, merupakan orang yang terlatih.

Syekh Ali Jaber mengatakan karena yang bersangkutan ini terlatih pasti ada dalang atau orang di belakangnya yang menyuruh Wallahuallam Bisawab atau yang artinya hanya Allah Yang Maha Tahu.

"Saya harap hukum dapat berjalan dan serta aparat keamanan dapat berlaku amanah, dan jujur karena kepercayaan kami kepada mereka sangat besar," kata dia.

Ia mengatakan bahwa semua ini dilakukan bukan demi kepentingan pribadinya.

Baca Juga:Syekh Ali Jaber: Saya Tak Terima Penusuk Saya Dianggap Gila!

Tapi untuk para ulama agar ke depan mereka tidak menjadi sasaran orang yang ingin menghabiskan Agama Islam dengan mengincar para kiyai.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini